SUARA SEMARANG - Pengguna motor matik harus mengenali tanda-tanda awal Van Belt yang mengalami kerusakan.
Salah satu tanda bahwa Van Belt motor matik Anda mengalami kerusakan adalah adanya bunyi-bunyi berdecit di bagian mesin motor.
Van Belt motor matik memang tidak bisa dilihat secara langsung lantaran tertutup pelindung.
Hal ini berbeda dengan motor bebek dan sport yang tidak menggunakan Van Belt, melainkan rantai yang bisa dilihat langsung dengan mata.
Namun Anda sebagai pengendara motor matik biasanya akan merasakan adanya tenaga yang berkurang saat menarik gas.
Lebih luas tentang Van Belt, motor matik memiliki transmisi yang berbeda dengan motor bebek maupun sport dan menggunakan van belt sebagai pengganti rantai.
Van Belt berfungsi sebagai sabuk penghubung untuk meneruskan tenaga mesin menuju roda belakang.
Van Belt motor matik perlu diganti jika:
1. Mulai terdengar bunyi berdecit saat dikendarai
Baca Juga: Marshanda Hilang, Ben Kasyafani Rahasiakan dari Anaknya
2. Akselerasi sepeda motor menurun
3. Secara visual tampak tanda keausan (terdapat goresan/retak)
Tidak hanya pada Van Belt, Weight Roller yang merupakan komponen yang berfungsi memberikan tekanan pada drive pulley agar dapat bergerak juga perlu diperhatikan.
Segera ganti Weight Roller jika terdengar bunyi/suara berisik di CVT bagian depan dan secara visual tampak tanda keausan (berubah bentuk).
Yang perlu diperhatikan lagi oleh pengendara motor matik adalah kampas kopling.
Jika tarikan awal motor bergetar atau kurang tenaga, akselerasi sepeda motor menurun dan secara visual tampak tanda keausan, maka kampas kopling perlu diganti.
Ternyata tidak hanya Van Belt yang menjadi persoalan utama dalam transmisi motor matik, namun ada beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan.
Technical Service Manager Astra Motor Jateng, Hery Suryo menyarankan agar bikers tidak melupakan pentingnya pemeriksaan rutin CVT setiap 8.000km/8 bulan.