Ganjar Dukung Penguatan BNPB dan Efektivitas Asrama Haji

Semarang | Suara.com

Senin, 01 Agustus 2022 | 18:12 WIB
Ganjar Dukung Penguatan BNPB dan Efektivitas Asrama Haji
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Walikota Surakarta, Senin (182022).

SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan dukungan peningkatan kuota haji dan pembuatan asrama haji baru, serta penguatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa  Tengah Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Walikota Surakarta bersama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Senin (1/8/2022). 

Dalam pertemuan tersebut Ganjar menyampaikan dukungan peningkatan kuota haji dan pembuatan asrama haji baru, serta penguatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Komisi VIII ingin memastikan beberapa mitra kerjanya. Tadi ada terkait yang utama soal haji, sekaligus evaluasi pelaksanaan. Kemungkinan kuota akan meningkat maka  beberapa tempat menjadi pertimbangan untuk membuat asrama haji baru. Hari ini mereka akan meninjau di Donohudan,," kata Ganjar usai acara.

Ganjar menjelaskan banyak sekali simulasi-simulasi untuk mereka agar bisa memberikan fasilitas yang baik. Di antaranya bagaimana naik pesawat, membuka kunci hotel, bahkan terkait kran panas-dingin. Hal itu memang seakan sepele tetapi perlu disimulasikan karena tidak semua jemaah haji tahu caranya. Sebab di temukan beberapa kasus jemaah haji di tanah suci kesulitan menggunakan fasilitas itu.

"Itu sepele tapi sangat penting. Tentu saja berkaitan dnegan peningkatan jumlah kapasitas calon jemaah haji, khususnya yang di Jawa Tengah, rasa-rasanya perlu satu lagi dibuat asrama haji tetapi di wilayah Pantura. Sebenarnya yang paling bagus di sekitar Semarang Raya, apakah nanti di Semarang, Demak, atau Kendal. Sekarang kita akan coba carikan," kata Ganjar.

Persoalan lain yang disampaikan oleh Komisi VIII DPR RI dalam kunker Reses tersebut adalah pembahasan terkait undang-undang kebencanaan. Dalam hal itu secara khusus disampaikan akan dilakukan review terkait kelembagaan BNPB.

"Kalau menurut saya ini juga harus dilakukan penguatan karena Indonesia ini area yang rawan bencana. Bagaimana manajemennya dan partisipasi daerah, itu mungkin peraturan pelaksanaannya musti dilakukan dan kita siap dukung semuanya," ungkap Ganjar didampingi Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Persoalan berikutnya mengenai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) karena dalam praktiknya banyak menemukan kendala. Terutama ketidaksesuaian penerima bantuan sosial. Menurut Ganjar DTKS harus segera dituntaskan maka pemerintah daerah siap untuk membantu pemerintah pusat dengan melakukan verifikasi dan validasi data.

"Rasanya ini penting untuk ada crash program, ini tadi saya usulkan kepada kawan-kawan yang ada di sana, termasuk mengintegrasikan warga kita yang masuk kategori miskin itu punya kategori apa saja, sektornya apa saja, berapa jumlahnya, dan itu musti terintegrasi dalam satu data," jelasnya.

Integrasi data tersebut hingga saat ini belum semuanya tercover. Misalnya terkait Program Indonesia Pintar (PIP) untuk bantuan pendidikan yang belum terintegrasi. Berbeda dengan bantuan PKH dan KIS yang sudah terintegrasi.

"Ini yang antarsektor musti kita bicarakan sehingga nanti verifikasi lapangannya bisa lebih baik," ujar Ganjar.

Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan ada kemungkinan kuota jemaah haji internasional akan ditambah dari sebelumnya 2 juta menjadi sekitar 5 juta. Peningkatan itu tentu juga akan berpengaruh pada kuota jemaah haji dari Jawa Tengah. Diketahui Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penyumbang kuota jemaah haji terbanyak dari Indonesia. Oleh karena itu diperlukan adanya satu asrama haji lagi di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Pantura.

"Kami ingin ada satu asrama haji lagi di wilayah Pantura, nanti bandaranya melalui Bandara Internasional Ahmad Yani. Sudah ada beberapa usulan lokasi tapi masih perlu tindak lanjut lagi, jadi kami ingin pemerintah provinsi ikut membantu penyiapan lahan," katanya.

Selain asrama haji, Marwan juga menyoroti program BAZNAS di Jawa Tengah yang ikut membantu dalam pengentasan kemiskinan. Tidak hanya memberikan bantuan tunai tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan agar masyarakat memiliki keahlian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kaji Perda Gender, DPRD Sumut Belajar ke Jateng

Kaji Perda Gender, DPRD Sumut Belajar ke Jateng

| Senin, 01 Agustus 2022 | 18:07 WIB

Kuota Haji Jateng Bertambah, Ganjar Kaji Rencana Pembangunan Asrama Haji Baru

Kuota Haji Jateng Bertambah, Ganjar Kaji Rencana Pembangunan Asrama Haji Baru

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2022 | 15:20 WIB

Pulang ke Kampung Halaman Istrinya di Purbalingga Naik Angkot, Ganjar Pranowo Dicurhati Sopir

Pulang ke Kampung Halaman Istrinya di Purbalingga Naik Angkot, Ganjar Pranowo Dicurhati Sopir

| Senin, 01 Agustus 2022 | 14:47 WIB

Kunjungi Jateng, Wagub Chusnunia Bahas Digitalisasi UMKM Bersama Ganjar Pranowo

Kunjungi Jateng, Wagub Chusnunia Bahas Digitalisasi UMKM Bersama Ganjar Pranowo

| Senin, 01 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Kocak! Video Viral Emak-emak Cubit Tangan Ganjar Pranowo Karena Saking Geregetannya Kalah Debat

Kocak! Video Viral Emak-emak Cubit Tangan Ganjar Pranowo Karena Saking Geregetannya Kalah Debat

Jawa Tengah | Senin, 01 Agustus 2022 | 11:25 WIB

Terkini

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

7 HP Gaming Murah Terbaru di Indonesia Q2 2026: Spek Gahar, Skor AnTuTu hingga 2 Juta

7 HP Gaming Murah Terbaru di Indonesia Q2 2026: Spek Gahar, Skor AnTuTu hingga 2 Juta

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB

Gudang Ekspedisi di Medan Terbakar Hebat, Api Baru Padam Setelah 12 Jam

Gudang Ekspedisi di Medan Terbakar Hebat, Api Baru Padam Setelah 12 Jam

Sumut | Senin, 13 April 2026 | 15:41 WIB

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB

CFD Palembang Bikin Macet Parah, Rencana Launching Akhirnya Ditunda

CFD Palembang Bikin Macet Parah, Rencana Launching Akhirnya Ditunda

Sumsel | Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB

Mahasiswa Perekam Dosen di Toilet Untirta Segera Jadi Tersangka

Mahasiswa Perekam Dosen di Toilet Untirta Segera Jadi Tersangka

Banten | Senin, 13 April 2026 | 15:38 WIB

Review Film Humint: Sinema Spionase Korea yang Brutal dengan Nuansa Noir!

Review Film Humint: Sinema Spionase Korea yang Brutal dengan Nuansa Noir!

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 15:35 WIB

Honda PCX160 2026 Resmi Meluncur Bawa Wajah Baru yang Lebih Premium

Honda PCX160 2026 Resmi Meluncur Bawa Wajah Baru yang Lebih Premium

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 15:35 WIB

Bansos Salah Sasaran? BPS Temukan 11.014 KPM Masuk Kategori Inclusion Error

Bansos Salah Sasaran? BPS Temukan 11.014 KPM Masuk Kategori Inclusion Error

Sumut | Senin, 13 April 2026 | 15:31 WIB