SUARA SEMARANG - Kecelakaan truk tailer di Bekasi yang memakan korban jiwa membuat Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendesak pemerintah untuk bergerak.
Cak Imin meminta pemerintah untuk mengevaluasi jam operasional untuk truk besar agar kecelakaan serupa tak terulang.
Diketahui, kecelakaan truk trailer tersebut terjadi di depan SD Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat.
Truk besar yang beroperasi di kawasan yang padat dan jam sibuk menurut Cak Imin adalah hal yang bisa membahayakan.
"Saya minta pemerintah, Kemenhub dan pihak terkait segera mengevaluasi jam operasional truk besar. Terutama di kawasan padat," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (31/8/2022).
Dia mengusulkan, jam operasional truk besar diubah menjadi mulai pukul 22.00 hingga 05.00 jika melintasi kawasan padat.
"Misalnya jam operasional diatur malam, jam 10 malam sampai jam 5 pagi. Saya kira ini bisa dipertimbangkan, di samping pengecekan kondisi truk secara berkala," ungkapnya.
Menurut Cak Imin, peristiwa kecelekaan truk besar bukan kali ini saja terjadi.
"Ingatan kita tentu belum kering saat kecelakaan yang melibatkan truk besar di Balikpapan. Lalu di Cibubur, ini kejadian lagi di Bekasi," bebernya.
Baca Juga: Sebagian Wilayah di Indonesia Diprakirakan Mengalami Hujan Lebat, Kalbar Masuk Kategori Waspada
Dia menambahkan, beberapa kecelakaan truk besar ini sebagai peringatan untuk pemerintah, pemilik serta sopir truk untuk lebih berhati-hati.
"Banyak nyawa nggak berdosa melayang. Ini tentu warning untuk kita semua, untuk pemerintah, pemilik truk dan para supir," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan truk trailer di Jalan Sultan Agung, Kranji, Kota Bekasi mengakibatkan 30 orang, termasuk siswa SD yang menunggu jemputan di halte menjadi korban.
"Anak sekolahan ada 20 orang lebih yang menjadi korban. Dan yang sudah meninggal tadi anak sekolahnya ada tujuh," ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman.