SUARA SEMARANG - Siapa sebenarnya profil Herry Ip, selain menjadi pelatih top badminton yang menghasilkan ganda putra top dunia ternyata seorang kicau mania, meski kini punya hubungan panas dengan anak didiknya Kevin Sanjaya.
Herry IP terlibat ketidakharmonisan hubungan pelatih dan atlet Kevin Sanjaya sebagai anak didiknya di Pelatnas PBSI Cipayung, sebelumnya coach profil Naga Api ternyata punya sisi lain seorang kicau mania dan ahli bisnis di bidang perburungan itu.
Pada masa lebih dari satu dekade sebelumnya, profil Herry IP pernah nganggur dari kepelatihan di PBSI, dan berbisnis kandang burung sekaligus seorang kicau mania, kini diterpa kondisi hubungan yang tak baik dengan Kevin Sanjaya.
Herry IP pun menjadi sorotan selain Kevin Sanjaya, berikut profil, perjalanan karir pelatih yang berjuluk Naga Api itu.
Profil Herry IP
Melansir Suara, Herry Imam Pierngadi lahir di Pangkal Pinang pada 21 Agustus 1962, kini usianya 60 tahun.
Herry IP merupakan pelatih Bulu Tangkis yang berspesialisasi dalam melatih ganda putra karena melahirkan banyak pemain top dunia.
Dari sisi akademis, Herry IP punya lisensi pelatih dan memiliki ijazah pendidikan di IKIP Jakarta, sekarang Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Nah, karir Bulu Tangkis Herry IP berawal saat bergabung dengan Dewan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) tahun 1993.
Baca Juga: Mantap! Erick Thohir dan Anindya Bakrie Pegang 51 Persen Saham Oxford United
Herry IP saat itu menjabat sebagai pelatih nasional Pratama Indonesia di Pelatnas Cipayung.
Lantas pada 1999, Herry IP punya kesempatan naik kelas, lalu mejadi pelatih utama ganda putra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Kenapa? karena saat itu posisi Pelatih Nasional Pratama ditinggalkan oleh Christian Hadinata yang mendapat promosi menjadi Direktur Pelatnas Nasional PBSI.
Perjalanan Karir
Bermula sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung pada periode 1993-2008, Herry IP menghasilkan sederet pasangan ganda putra kelas dunia.
Lihat saja, beberapa pasangan ganda putra di bawah asuhan Herry IP yang sukses mencuat di level dunia adalah Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Flandy Limpele/Eng Hian.