Profil Herry IP itu Kicau Mania, Pelatih Top Ganda Putra Dunia, Kini Hubungan Panas dengan Anak Didiknya Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI

Semarang

Rabu, 28 September 2022 | 07:31 WIB
Profil Herry IP itu Kicau Mania, Pelatih Top Ganda Putra Dunia, Kini Hubungan Panas dengan Anak Didiknya Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI
Herry IP terlibat ketidakharmonisan hubungan pelatih dan atlet Kevin Sanjaya anak didiknya di Pelatnas PBSI Cipayung, sebelumnya coach profil Naga Api seorang kicau mania ((Instagram/@herry_ip))

SUARA SEMARANG - Siapa sebenarnya profil Herry Ip, selain menjadi pelatih top badminton yang menghasilkan ganda putra top dunia ternyata seorang kicau mania, meski kini punya hubungan panas dengan anak didiknya Kevin Sanjaya.

Herry IP terlibat ketidakharmonisan hubungan pelatih dan atlet Kevin Sanjaya sebagai anak didiknya di Pelatnas PBSI Cipayung, sebelumnya coach profil Naga Api ternyata punya sisi lain seorang kicau mania dan ahli bisnis di bidang perburungan itu.

Pada masa lebih dari satu dekade sebelumnya, profil Herry IP pernah nganggur dari kepelatihan di PBSI, dan berbisnis kandang burung sekaligus seorang kicau mania, kini diterpa kondisi hubungan yang tak baik dengan Kevin Sanjaya.

Herry IP pun menjadi sorotan selain Kevin Sanjaya, berikut profil, perjalanan karir pelatih yang berjuluk Naga Api itu.

Profil Herry IP

Melansir Suara, Herry Imam Pierngadi lahir di Pangkal Pinang pada 21 Agustus 1962, kini usianya 60 tahun.

Herry IP merupakan pelatih Bulu Tangkis yang berspesialisasi dalam melatih ganda putra karena melahirkan banyak pemain top dunia.

Dari sisi akademis, Herry IP punya lisensi pelatih dan memiliki ijazah pendidikan di IKIP Jakarta, sekarang Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Nah, karir Bulu Tangkis Herry IP berawal saat bergabung dengan Dewan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) tahun 1993.

baca juga

Herry IP saat itu menjabat sebagai pelatih nasional Pratama Indonesia di Pelatnas Cipayung.

Lantas pada 1999, Herry IP punya kesempatan naik kelas, lalu mejadi pelatih utama ganda putra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Kenapa? karena saat itu posisi Pelatih Nasional Pratama ditinggalkan oleh Christian Hadinata yang mendapat promosi menjadi Direktur Pelatnas Nasional PBSI. 

Perjalanan Karir

Bermula sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung pada periode 1993-2008, Herry IP  menghasilkan sederet pasangan ganda putra kelas dunia.

Lihat saja, beberapa pasangan ganda putra di bawah asuhan Herry IP yang sukses mencuat di level dunia adalah Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Flandy Limpele/Eng Hian.

Walau begitu Herry IP pernah didepak dari Dewan Nasional PBSI pada tahun 2007, lebih dri satu dekade lalu.

Kabarnya, pendepakan itu tanpa tanggung jawab di pusat pelatnas hingga 2011, lalu Herry IP memilih menghabiskan waktunya untuk kegiatan di luar bulu tangkis seperti menekuni hobinya berkicau burung dan bisnis kandang burung.

Setelah beberapa tahun absen dari bulu tangkis, Herry IP kembali pada tahun 2011 dan sukses memoles atlet menjadi pemain top.

Faktanya, penurunan prestasi di sektor ganda putra pasca keluarnya Herry IP pun sukses diakhiri hingga muncul beberapa pasangan seperti Markis Kido/Hendra Setiawan.


Anak didik Herry IP yang terbaru adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan pasangan nomor satu dunia selama beberapa tahun.

Diketahui mereka memenangkan gelar All England Open dua tahun berturut-turut pada 2017 & 2018 dan juga medali emas di 2018 Asian Games.

Kekinian, Herry IP sebagai pelatih kepala ganda putra PBSI mulai perlahan-lahan mentransfer tugas kepelatihan ganda putra-nya di berbagai turnamen pilihan kepada asisten pelatih Aryono Miranat.

Pada akhir 2018, Herry IP menerima Penghargaan Olahraga Indonesia sebagai "Pelatih Terbaik Tahun Ini".

Pretasi Herry IP

Melejitnya beberapa pasangan ganda putra Indonesia di level dunia tak lepas dari tangan dingin Herry IP. Ia sukses membuat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berada di perangkat 1 dan 2 dunia.

Herry IP juga sudah menyiapkan pasangan-pasangan lainnya yang siap menggebrak level dunia tepok bulu. Seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. 

Lima pasangan yang diasuh Herry IP tersebut merupakan atlet-atlet elite dunia. Maka tak heran jika Herry IP dicap sebagai pelatih spesialis ganda putra yang punya julukan Si Naga Api. 

Konflik Dengan Kevin SanjayaKeretakan hubungan Herry IP dengan Kevin Sanjaya sudah tercium sejak Pagelaran Japan Open dan Kejuaraan Dunia. Ketika itu Minions (julukan untuk Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon) tak didampingi Herry IP di dalam lapangan. 

Hingga kemudian Herry IP dan Kevin Sanjaya mengakui ada keretakan. Herry IP mengatakan sudah tak mau lagi berlatih dengan Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Namun Herry IP tidak mengetahui alasan Kevin enggan berlatih dengannya.

Sementara itu Kevin mengakui keretakan itu dipicu karena statemen Herry IP usai gelaran Indonesia Open. S

aat itu, Herry IP sempat menyoroti attitude Kevin saat bertanding ketika Marcus belum sepenuhnya pulih dari cedera. Terkait retaknya hubungan Kevin dengan Herry IP, PBSI mengatakan bahwa mereka akan mencari solusi terbaik.

«123» 

Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Imam Pierngadi atau akrab disapa Herry IP tengah ramai disorot karena hubungan dengan salah satu anak asuhnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, mengalami keretakan. Hubungan keduanya yang sedang memanas tersebut memunculkan suasana tak nyaman di nomor ganda putra Indonesia.

Pasalnya Kevin Sanjaya sudah tak mau berlatih di bawah asuhan pelatih yang punya julukan Naga Api itu. Begitu juga dengan Herry IP yang juga sudah menutup pintu untuk anak asuhnya. Sedang jadi sorotan, intip profil Herry IP berikut ini.

Profil Herry IP

Herry Imam Pierngadi lahir di Pangkal Pinang pada 21 Agustus 1962 yang berarti kini usianya 60 tahun. Ia merupakan pelatih bulu tangkis yang berspesialisasi dalam melatih ganda putra. Herry IP punya lisensi pelatih dan memiliki ijazah pendidikan di IKIP Jakarta, sekarang Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Karier bulu tangkis Herry IP bermula saat ia bergabung dengan Dewan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) tahun 1993 dengan menjabat sebagai pelatih nasional Pratama Indonesia di Pelatnas Cipayung.

Setelahnya pada 1999, Herry IP mendapat kesempatan untuk naik kelas sebagai pelatih utama ganda putra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Pasalnya ketika itu posisi Pelatih Nasional Pratama ditinggalkan oleh Christian Hadinata yang mendapat promosi menjadi Direktur Pelatnas Nasional PBSI. 

Perjalanan Karier Herry IP


Sejak menjabat sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung pada periode 1993-2008, Herry IP  menghasilkan sederet pasangan ganda putra kelas dunia.

Beberapa pasangan ganda putra di bawah asuhan Herry IP yang sukses mencuat di level dunia adalah Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dan Flandy Limpele/Eng Hian.

Walau begitu Herry IP pernah didepak dari Dewan Nasional PBSI pada tahun 2007.

Tanpa tanggung jawab di pusat pelatnas hingga 2011, Herry memilih menghabiskan waktunya untuk kegiatan di luar bulu tangkis seperti menekuni hobinya berkicau burung dan bisnis kandang burung.

Setelah beberapa tahun absen dari bulu tangkis, Herry IP kembali pada tahun 2011. Hasilnya penurunan prestasi di sektor ganda putra pasca keluarnya Herry IP pun sukses diakhiri hingga muncul beberapa pasangan seperti Markis Kido/Hendra Setiawan.

Anak didik Herry IP yang terbaru adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan pasangan nomor satu dunia saa. Diketahui mereka memenangkan gelar All England Open dua tahun berturut-turut pada 2017 & 2018 dan juga medali emas di 2018 Asian Games.

Kekinian, Herry IP sebagai pelatih kepala ganda putra PBSI mulai perlahan-lahan mentransfer tugas kepelatihan ganda putra-nya di berbagai turnamen pilihan kepada asisten pelatih Aryono Miranat yang bekerja bersama secara intensif. Pada akhir 2018, Herry IP menerima Penghargaan Olahraga Indonesia sebagai "Pelatih Terbaik Tahun Ini".

Pretasi Herry IP

Melejitnya beberapa pasangan ganda putra Indonesia di level dunia tak lepas dari tangan dingin Herry IP. Ia sukses membuat pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berada di perangkat 1 dan 2 dunia.

Herry IP juga sudah menyiapkan pasangan-pasangan lainnya yang siap menggebrak level dunia tepok bulu. Seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. 

Lima pasangan yang diasuh Herry IP tersebut merupakan atlet-atlet elite dunia. Maka tak heran jika Herry IP dicap sebagai pelatih spesialis ganda putra yang punya julukan Si Naga Api. 

Konflik Dengan Kevin Sanjaya


Keretakan hubungan Herry IP dengan Kevin Sanjaya sudah tercium sejak Pagelaran Japan Open dan Kejuaraan Dunia. Ketika itu Minions (julukan untuk Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon) tak didampingi Herry IP di dalam lapangan. 

Hingga kemudian Herry IP dan Kevin Sanjaya mengakui ada keretakan. Herry IP mengatakan sudah tak mau lagi berlatih dengan Kevin Sanjaya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Namun Herry IP tidak mengetahui alasan Kevin enggan berlatih dengannya.

Sementara itu Kevin mengakui keretakan itu dipicu karena statemen Herry IP usai gelaran Indonesia Open. Saat itu, Herry IP sempat menyoroti attitude Kevin saat bertanding ketika Marcus belum sepenuhnya pulih dari cedera. Terkait retaknya hubungan Kevin dengan Herry IP, PBSI mengatakan bahwa mereka akan mencari solusi terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pratama Arhan Bikin Pelatih Curacao Sadar Kehebatan Pemain Asia

Pratama Arhan Bikin Pelatih Curacao Sadar Kehebatan Pemain Asia

Bola | Rabu, 28 September 2022 | 07:02 WIB

Api dalam Sekam? Keyakinan Zainudin Amali soal Masa Depan Kevin Sanjaya dan Herry IP di Pelatnas, PR Besar PBSI!

Api dalam Sekam? Keyakinan Zainudin Amali soal Masa Depan Kevin Sanjaya dan Herry IP di Pelatnas, PR Besar PBSI!

Semarang | Rabu, 28 September 2022 | 06:58 WIB

Indonesia Turunkan Pasangan Anyar di Vietnam Open 2022

Indonesia Turunkan Pasangan Anyar di Vietnam Open 2022

Sport | Rabu, 28 September 2022 | 02:00 WIB

Eksperimen Formasi Persib, Ini Racikan Hasil Rombak Posisi Pemain Baru ala Luis Milla

Eksperimen Formasi Persib, Ini Racikan Hasil Rombak Posisi Pemain Baru ala Luis Milla

Bandung | Selasa, 27 September 2022 | 20:53 WIB

Terkini

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×