SUARA SEMARANG - Dilansir dari laman Yonhap (6/10), militer Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Kamis waktu setempat. Penembakan itu terjadi setelah sebuah kapal induk bertenaga nuklir AS dikerahkan kembali ke perairan itu sehari sebelumnya.
Pihak mereka mendeteksi peluncuran dari daerah Samsok di Pyongyang antara pukul 06.01 dan 06.23, menurut Kepala Staf Gabungan (JCS).
Dikatakan satu SRBM, rudal balistik jarak pendek, terbang lebih dari 350 kilometer pada puncak sekitar 80 km, dengan yang lainnya menempuh jarak 800 km pada ketinggian maksimum sekitar 60 km.
Peluncuran itu dilakukan hanya dua hari setelah peluncuran rudal balistik jarak menengah (IRBM) Korea Utara di atas Jepang dan menandai uji coba rudal keenam Korea Utara dalam waktu kurang dari dua minggu.
Ketua JCS Korea Selatan, Kim Seung Kyum mengadakan konsultasi dengan pihak AS, tak lama setelah peluncuran terbaru Korea Utara.
Sekutu menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat postur pertahanan gabungan terhadap ancaman atau provokasi oleh Korea Utara, kata JCS.
Dalam pesan teks yang dikirim ke wartawan, JCS menerangkan, "Peluncuran rudal balistik Korea Utara yang terus berlanjut adalah tindakan provokatif yang mengancam tidak hanya perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea tetapi juga masyarakat internasional."
USS Ronald Reagan kembali ke perairan timur Korea Selatan setelah berangkat pekan lalu untuk latihan dengan Angkatan Laut Korea Selatan dan kemudian latihan perang anti-kapal selam trilateral yang melibatkan Jepang.
USS Ronald Reagan berencana untuk melakukan latihan trilateral lainnya dengan Korea Selatan dan Jepang di perairan internasional Laut Timur Kamis malam.