SUARA SEMARANG - Setidaknya ada 4 poin hasil Kongres Biasa PSSI mulai dari Presiden Deltras FC menjadi Ketua Komite Pemilihan dan 135 korban tragedi Kanjuruhan disebut pahlawan.
PSSI menggelar Kongres Biasa sebagai langkah awal KLB dan menentukan siapa komite pemilihan untuk menentukan Ketum PSSI yang baru.
Dalam pelaksanaannya, Kongres Biasa dibuka oleh Ketum PSSI Mochamad Iriawan dan ada 4 poin penting yang harus diketahui insan sepakbola tanah air.
Poin pertama hasil Kongres Biasa PSSI adalah tiap tanggal 1 Oktober akan menjadi hari libur untuk semua aktivitas persepakbolaan di tanah air.
Tanggal 1 Oktober 2022 merupakan tanggal kejadian tragedi kanjuruhan di Kabupaten Malang yang merenggut 135 jiwa.
Namun hal ini sifatnya masih usulan. "Usulan untuk mengajak semua pihak agar setiap tanggal 1 oktober merupakan hari libur bagi semua kegiatan sepak bola Indonesia. Baik itu turnamen atau kompetisi," kata Mochamad Iriawan sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI.
Poin kedua adalah menyebut 135 korban tragedi Kanjuruhan sebagai pahlawan sepakbola. Suporter disebutnya sebagai bagian penting dalam perhelatan sepakbola.
Poin ketiga adalah menentukan Komite Pemilihan yang dipimpin Amir Burhanuddin (Presiden Deltras FC).
Komite in beranggotakan Sudarmadji, Ismu Puruhito, Armisyam Latuconsina, Aulia Arief, Paska Sembiring, dan Aditya Yando.
Baca Juga: To Ganjel To, Bek Persib Bandung Di Ploting Luis Milla Jadi Jagal, Daisuke Sato 2024
Sementar auntuk Komite Banding diketuai oleh Gusti Randa dan akan dibantu tiga anggotanya, yaitu Aven Hinelo, Diego Saputra, dan Joko Tetuko.
Poin keempat adalah pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar pada 16 februari 2023.
KLB itu nanti akan menentukan ketum PSSI, Waketum dan anggota Exco PSSI untuk periode 2023 sampai 2027.
Dengan adanya 4 poin hasil Kongres Biasa PSSI tersebut maka akan menjadi patokan pelaksanaan KLB sebulan mendatang.***