Adegan saat Moon Dong Eun melepas pakaiannya dan memperlihatkan bekas lukanya menjadi adegan fenomenal di drakor The Glory.
Menurut penulis skenario, Song Hye Kyo membutuhkan waktu 2 bulan untuk menurunkan berat badan untuk menciptakan citra yang menghantui.
Untuk menurunkan berat badan, Song Hye Kyo menggunakan konjac, atau sejenis makanan yang diekstrak dari ubi yang populer di Jepang dan sering digunakan dalam makanan untuk menurunkan berat badan.
5. Adegan kekerasan sekolah di The Glory didasarkan pada kejadian nyata.
Pemirsa dibuat merinding saat melihat kekerasan sekolah yang terjadi pada SMA Moon Dong Eun, dan adegan tersebut sebenarnya dibuat ulang dari kejadian yang terjadi pada tahun 2006.
Saat itu, seorang mahasiswi di Cheongju berkali-kali dianiaya oleh teman-teman sekelasnya dengan ikal besi yang ditekan di lengannya dan dadanya digaruk dengan jepit rambut dan para korban juga diperas.
6. Song Hye Kyo ingin membuat karakternya terlihat setua mungkin.
Song Hye Kyo memberikan saran ketika menghidupkan karakternya, dia ingin membuat karakternya setua mungkin dengan membuka kancing bajunya atau memakai riasan alami, sehingga menyiratkan bahwa Moon Dong Eun menggunakan setiap detil waktunya untuk merencanakan balas dendam.
7. Senyuman Shin Ye Eun membuat sang sutradara Ahn Gil Ho terkesan.
Baca Juga: Jajang-Myeon dan Jjamppong Jadi Menu Andalan, Paiks Noodle Buka Gerai Pertama di Indonesia
Dalam peran Park Yeon Jin saat masih muda, Shin Ye Eun berhasil memerankan dengan baik yang membuat para pemirsa kagum dengan senyum jahatnya.
Ternyata, senyuman Shin Ye Eun tersebut yang membantu dirinya lolos casting sehingga bisa memerankan Park Yeon Jin muda.
Shin Ye Eun menceritakan saat dirinya casting dan bertemu dengan sutradara, senyuman dirinya ternyata disukai oleh sang sutradara tersebut.
8. Lim Ji Yeon perankan penjahat pertama kali di drakor The Glory.
Drama Korea The Glory dianggap sebagai pertaruhan untuk Song Hye Kyo yang selama ini selalu terpaku pada sebuah image.
Dengan perannya menjadi seorang wanita jahat dan hidup hanya dengan satu cita-cita balas dendam membuat dirinya mendapatkan pujian yang tak terhitung jumlahnya dari penonton dan kritikus.