Keberhasilan ini diikuti dengan gelar Piala KNVB kedua pada tahun 2003 setelah mengalahkan Feyenoord di final.
FC Utrecht juga pernah berkompetisi di level Eropa. Mereka mencapai babak perempat final Piala UEFA (sekarang UEFA Europa League) pada musim 1982-1983.
Pada perjalanan mereka, FC Utrecht mengalahkan klub-klub seperti Borussia Dortmund dan Juventus sebelum akhirnya kalah dari Benfica.
Selama bertahun-tahun, FC Utrecht telah memiliki rivalitas dengan klub-klub seperti Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam.
Pertandingan melawan kedua klub ini sering dianggap sebagai derbi lokal yang sengit dan penuh gairah.
Sejak pendiriannya, FC Utrecht telah menjadi klub yang stabil di Eredivisie.
Mereka telah mencapai beberapa penampilan di kompetisi Eropa dan telah menghasilkan beberapa pemain berkualitas yang kemudian berkarir di klub-klub besar Eropa.
FC Utrecht memiliki basis suporter yang setia dan stadion mereka, Stadion Galgenwaard, menjadi kandang yang kuat bagi tim.
Demikianlah sejarah FC Utrecht, sebuah klub dengan tradisi dan prestasi yang berarti bagi kota Utrecht dan sepak bola Belanda secara keseluruhan.
Baca Juga: Keterlaluan! Pembelaan Manchester United Untuk Garnacho Yang Tak Mampu Lewati Asnawi
FC Utrecht memiliki beberapa divisi development diantaranya ada di Eredivisie, U21 Kauken Kampioen Divisie, U17 Divisie 1 Spring, O18 Divisie 1 Spring, dan FC Utrecht Youth.***