SUARA SEMARANG - Fans sepakbola tanah air menuding Indosiar memberikan janji manis soal kualitas siaran langsung liga Indonesia musim ini karena mirip Liga Inggris tempo dulu.
Berharap ada peningkatan kualitas siaran langsung sepakbola, fans justru merasa sebaliknya bahwa tak ada perubahan pada siaran Indosiar musim ini.
Fans sepakbola Indonesia pun meminta Indosiar segera berbenah agar siaran langsung laga selanjutnya bisa lebih baik dan tak seperti Liga Inggris tahun 1990-an.
Indosiar sudah mulai menyiarkan laga Liga 1 yang sudah digulirkan musim ini, banyak mata fans bola tanah air tertuju pada laga perdana Bali United melawan PSS Sleman.
Rata-rata mereka memuji kualitas permainan kedua tim, namun tidak dengan siaran langsung oleh Indosiar.
Mereka pun mempertanyakan janji-janji manis akan adanya perubahan kualitas siaran lebih baik oleh Indosiar musim ini.
Fans pun menggeruduk akun Indosiar @sports.indosiar dan mengingatkan terkait janji-janji peningkatan kualitas siaran langsung liga.
"Maaf siaran perlu di perbaikilah kamera kuno belakang gawang. Ga ada perubahan yang kata mau kek liga Inggris mana minimal kamera baru lah pembohongan publik ini," tulis akun andik_riansyah.
Ada juga yang mempertanyakan siaran ulang atau slow motion bagi penonton yang ketinggalan momen-momen penting.
Baca Juga: Resmi, FIFA Desain Indonesia di Grup A Piala Dunia U-17 dan Pot Unggulan Bareng Jerman dan Spanyol
"Btw mana replay slowmo nya? Ko ga ada perubahan dibanding musim lalu?" @dffaark_.
Komentar menohok juga disampaikan oleh akun lain yang menyebut siaran langsung Indosiar itu memang mirip Liga Inggris, namun tahun 1990.
"Siaranya kayak liga inggris tahun 90an. Papan skor seadanya," @suhendridedy28.
Kualitas siaran langsung ini memang menjadi salah satu hal yang mesti dibenahi ditengah perbaikan kualitas kompetisi di Indonesia.
PSSI telah menerapkan sejumlah aturan baru di Liga Indonesia musim ini, mulai dari jumlah pemain asing untuk menambah kualitas hingga ketentuan ketat yang mengatur suporter.
Federasi sepakbola Indonesia menginginkan kualitas kompetisi menjadi yang terbaik minimal di level Asia Tenggara.