Sementara itu, Aisyah Firdausa (33), warga Banyumanik Semarang menilai, program nasgor Mbak Ita adalah ide bagus untuk meningkatkan rasa kebersamaan serta gotong royong antar ibu-ibu di masing-masing RT.
Selain hal itu, program ini juga menumbuhkan semangat berkompetisi dalam ranah yang positif sehingga para ibu memiliki semangat untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.
"Di lingkungan saya terlihat antusiasme para bapak terutama share konten yg sudah dibuat dalam wujud support untuk istrinya, khususnya di wilayah RT06 RW VII Siroto Pudakpayung Banyumanik Semarang luar biasa," imbuh Firda.
Sri Wahyuningsih (56) warga RT 03, RW 01 Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur mengatakan, adanya lomba mesak nasi goreng ala Mbak Ita ini juga mengedukasi masyarakat tentang makanan yang bergizi.
Selain itu, untuk menyajikan makanan bergizi yang enak juga tidak perlu biaya mahal, karena bahan-bahannya bisa ditemui di sekitar rumah. Apalagi kalau ada urban farming.
"Kebetulan ada warga yang budidaya ikan lele, jadi kami menggunakan ikan lele untuk lauk. Protein bisa didapatkan dari ikan lele," katanya.***