Kecemerlangan gol Septian David Maulana membuat takjub para penonton yang menyaksikan laga PSIS Semarang kontra Arema FC.
Tendangan gol Septian David merupakan sebuah karya seni yang merangkum esensi keindahan dalam dunia sepak bola.
Gol seperti itu jarang terjadi di dunia sepak bola, hanya dicapai oleh segelintir orang terpilih yang memiliki keterampilan dan kreativitas untuk mengeksekusinya.
Tujuannya bukan hanya satu poin di papan skor, itu adalah bukti kemampuan manusia untuk mendorong batasan dan mencapai yang luar biasa.
Saat debu mereda dan perayaan pun dimulai, muncul pertanyaan dapatkah gol luar biasa ini menjadi penantang FIFA Puskás Award yang termasyhur?
FIFA Puskás Award yang terkenal karena memberikan penghargaan kepada gol-gol paling luar biasa dari seluruh dunia, berpotensi memiliki pendatang baru dari Indonesia.
Konversi tendangan sudut menjadi gol oleh Septian David Maulana adalah prestasi yang patut mendapat pengakuan di panggung global.
Sementara keputusan Indonesia untuk mencalonkan gol masih belum pasti, satu hal yang tidak dapat disangkal, gol Septian David Maulana telah mengukir tempatnya dalam sejarah sepak bola.
Pertandingan itu sendiri mungkin telah berakhir, tetapi legenda gol menakjubkan itu terus bergema di dunia sepak bola, bukti keajaiban yang terungkap saat bakat, determinasi, dan peluang bertabrakan di lapangan.
Baca Juga: Marselino Ferdinan, Juru Kunci Menuju Liga 1! Gairah Promosi Kembali Hidup di KMSK Deinze