SUARA SEMARANG - Federasi sepakbola ASEAN (AFF) mendapatkan tekanan dari Shin Tae Yong agar ajang dua tahunan itu dibubarkan.
Shin Tae Yong menilai perebutan Piala AFF dua tahunan itu telah merugikan liga di masing-masing negara karena telah mengganggu jalannya kompetisi.
Belum tahu bagaimana tanggapan dari Federasi Sepakbola ASEAN atas pendapatn Shin Tae Yong yang sejatinya akan memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF Thailand Agustus 2023 ini.
Usulan Shin Tae Yong ini terbilang tiba-tiba jelang Piala AFF digulirkan dan negara-negara lain sudah mempersiapkan diri untuk pemusatan latihan.
Alih-alih mendapatkan pemain yang diinginkan namun Shin Tae Yong mendapatkan penolakan dari para pelatih klub karena pemain yang dipanggil masuk dalam skuad inti klub.
Tak hanya stau klub namun cukup banyak klub yang menahan pemain dari panggilan Shin Tae Yong karena Piala AFF mengganggu keseimbangan tim.
Beberapa skuad yang dipanggil Shin Tae Yong kenyataanya lebih banyak di kriteria usia muda atau U-23 dan menjadi pemain inti klub.
Pemain-pemain yang dipanggil Shin Tae Yong tersebut tersebar di Persija Jakarta, PSIS Semarang hingga PSM Makassar.
Klub merasa keberatan karena saat ini kompetisi sedang berjalan dan tiap klub juga memiliki target hingga akhir musim.
Baca Juga: Dua Laga Hidup Mati Asnawi Mangkualam Bawa Jeonnam Dragons Berstatus Klub Promosi
Seakan mencoba memahami persoalan di level klub, Shin Tae Yong kemudian mengusulkan agar Piala AFF ini dibubarkan terlebih lagi tak masuk dalam kalender FIFA.
Turnamen yang tak masuk kalender FIFA sejatinya tak akan mempengaruhi performa Timnas di peringkat dunia.
Di sisi lain negara-negara tetangga sudah mempersiapkan serius untuk keikutsertaan di Piala AFF yang diikuti 10 perwakilan ini.
Mulai dari Vietnam hingga tuan rumah Thailand sudah melakukan pemusatan latihan untuk meraih target juara Piala AFF 2023 ini.
Usulan Shin Tae Yong tersebut bisa jadi karena dilatarbelakangi "panasnya" hubungan Timnas dan klub.
"Saya berharap tidak ada lagi Piala AFF U-23 karena pemain-pemain U-23 banyak yang bermain menjadi pemain inti di tim mereka masing-masing," ujarnya.