SUARA SEMARANG - Menjelang akhir September, biasanya akan diputar film berjudul Pengkhianatan G30S/PKI untuk mengingatkan kembali peristiwa yang terjadi di masa lampau.
Film Pengkhianatan G30S/PKI akan diputar oleh Trans TV malam ini, Jumat (22/9/2023) mulai pukul 23.00 WIB.
Bagi Anda yang penasaran ingin nonton film Pengkhianatan G30S/PKI, simak dulu sinopsis yang ada di bawah ini.
Film Pengkhianatan G30S/PKI merupakan karya sutradara Arifin C Noer dan sempat diputar di seluruh televisi Indonesia secara rutin setiap tahunnya.
Beberapa tahun kemudian, penayangan serentak di televisi Indonesia tidak lagi diwajibkan.
Film Pengkhianatan G30S/PKI adalah film yang diproduksi pada tahun 1984 dan menceritakan tentang penculikan terhadap para jenderal dan juga beberapa orang lainnya.
Film Pengkhianatan G30S/PKI menggambarkan peristiwa rencana kudeta yang dilakukan oleh kolonel Untung Komandan Batalyon Cakrabirawa.
Diceritakan, pada tanggal 30 September 1965, sekelompok tentara melakukan pengepungan pada sebuah rumah di Jalan Hasanuddin 53 di daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang merupakan kediaman Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan.
Di dalam rumahnya, keributan terjadi di lantai satu sedangkan Donald Isaac Pandjaitan sedang berada di lantai dua rumahnya dengan pakaian lengkap.
Baca Juga: Perbedaan PPPK Umum dan Khusus, Jangan Salah Pilih Formasi! Cek Syarat Ketentuannya
Istri dan anak Donald Isaac Pandjaitan tampak ketakutan mendengar keributan yang terjadi di bawah mereka.
Sempat terdengar tembakan yang membuat mereka kaget hingga membuat Donald Isaac Pandjaitan turun ke lantai satu.
Pasukan yang menepung kediaman Donald Isaac Pandjaitan mengaku berasal dari satuan Cakrabirawa.
Donald Isaac Pandjaitan dipaksa untuk segera naik memasuki sebuah mobil truk yang disebut akan mengantarnya ke Istana.
Donald Isaac Pandjaitan tidak bisa menolak karena para pasukan mengaku mendapatkan perintah dari Presiden Soekarno dan dalam kondisi darurat.
Donald Isaac Pandjaitan kemudian terlibat ketegangan dengan pasukan pengepung.