SUARA SEMARANG - Sukarelawan Pandawa Ganjar menggelar pelatihan membatik yang melibatkan kalangan milenial di Dusun Kesambi, Desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik membuat batik dengan menggunakan metode batik cap dan batik tulis. Mereka juga dengan penuh semangat menciptakan karya-karya unik, termasuk yang menggambarkan wajah Ganjar Pranowo dan simbol banteng sebagai representasi partai PDIP yang mendukungnya.
Karya-karya istimewa ini akan dipersembahkan secara eksklusif kepada Ganjar sebagai ungkapan cinta dan apresiasi mereka terhadap sosok pria berambut putih tersebut.
"Kegiatan hari ini dari Pandawa Ganjar Jawa-Bali bersama dengan Batik Dewa Loano merangkul generasi muda masyarakat Loano untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan membatik," ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Pandawa Ganjar Jawa-Bali Haldoko Danantyas Subandoro.
"Dari teman-teman di sini (juga) membuat batik yang khusus dibuat untuk Pak Ganjar, ada motif wajah Pak Ganjar dan ada identitas dari Kabupaten Purworejo," lanjut Danan.
Sementara itu, Founder Batik Dewa Loano Andy Sadewa berharap generasi muda zaman sekarang tidak lupa akan warisan budaya yang ada agar nantinya tidak ada negara lain yang mengklaim budaya Indonesia tersebut.
Menurut Andy, batik dengan gambar wajah Ganjar Pranowo itu dipersembahkan sebagai bukti rasa cinta warga Jawa Tengah terhadap Ganjar.
Sebab, selama Ganjar memimpin Jawa Tengah sebagai Gubernur dua periode pada 2013-2023, Ganjar dikenal sebagai figur yang sangat merakyat dan selalu dikenang di hati masyarakatnya.
"Ya ada khusus untuk Pak Ganjar motifnya banteng dan wajahnya Pak Ganjar. Apresiasi untuk Pak Ganjar setelah memimpin Jawa Tengah selama ini, semoga sukses," jelas Andy.
Baca Juga: Anies Baswedan 'Bodo Amat' dengan Hasil Survei Capres: Tidak Cerminkan Kenyataan
"Ada motif yang seragam tegak lurus juga, Pak Ganjar sendiri kan tegak lurus apa adanya menyimbolkan Pak Ganjar. Batik ini kami persembahkan untuk Pak Ganjar bentuk rasa cinta kami untuk Pak Ganjar," ungkapnya.
Kegiatan yang menyasar puluhan kaum milenial tersebut merupakan upaya melestarikan budaya kepada para penerus bangsa.
Dengan demikian, budaya membatik ini dapat diwariskan kepada generasi penerus berikutnya hingga kepada anak cucu nantinya.
Melalui pelatihan, Pandawa Ganjar juga ingin mengajak kaum milenial untuk bangga terhadap batik karena batik dapat menunjukkan identitas jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
Berkolaborasi dengan Batik Dewa Loano yang juga mempekerjakan disabilitas, pelatihan tersebut pun melibatkan peserta disabilitas yang juga dibekali kemampuan membatik. Harapannya, para disabilitas ini nantinya dapat memiliki keterampilan agar bisa bersaing di dunia kerja.
Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut, sebab hanya ada satu produsen rumah batik yang ada di wilayah Loano yaitu rumah batik Dewa Loano. (*)