Hal yang berisiko memicu terjadinya copycat suicide adalah pembahasan metode bunuh diri yang digunakan oleh pelaku bunuh diri.
Sementara itu, di Kota Semarang dalam dua hari ini terjadi kasus mahasiswa meninggal dunia diduga bunuh diri. Keduanya meninggalkan pesan yang disebut dalam pemberitaan adalah surat wasiat korban.
Kasus pertama seorang mahasiswi yang diduga bunuh diri dengan meloncat dari lantai 4 Paragon Mall Semarang pada Selasa 10 Oktober 2023. Ia meninggalkan surat wasiat di lokasi kejadian.
Kemudian, selang sehari pada Rabu 11 Oktober 2023, ditemukan mahasiswi meninggal dunia di dalam kamar kostnya. Di duga pula bunuh diri sebab meninggalkan pesan surat wasiat alasan bagaimana ia harus mengambil tindakan itu.
Surat wasiat korban pun beredar secara bebas di media dan medsos. Terlepas dari apa saja isi pesan surat wasiat tersebut, lepas pula dari perhatian seberapa kuat masyarakat mencerna isinya.
Seorang netizen pun akhirnya berani menyatakan bahwa surat wasiat yang bebas diunggah oleh media maupun medsos tanpa sengaja bisa jadi turut menyumbang perilaku copycat suicide.
"Mendiskripsikan peristiwanya dgn spesifik (spt caranya, tempatnya, dsb) bisa ngetrigger 'copycat suicide'. Peristiwa bunuh diri itu SANGAT BISA menular ke orang lain," tulis komentar akun @sepahitrobusta dalam thread Twitter @Jateng_Twit dari sebuah lampiran berita media yang mengunggah isi surat wasiat korban bunuh diri.
Dari fenomena surat wasiat itu, pelaku bisa dengan mudah akan menggampangkan cukup dengan isi surat wasiat maka tindaknnya akan dimaklumi. Lebih dari itu, jika isi pesan secara vulgar menyebut tentang cara, tempat, niatan bagaimana ia bunuh diri.
Di sisi lain, media massa sebenarnya punya kesempatan untuk mereduksi kasus copycat suicide agar tidak menular.
Baca Juga: Semarang Darurat Bunuh Diri Mahasiswa, Ini 6 Rentetan Kasusnya
Salah satu cara adalah menyebarkan informasi soal penyebab bunuh diri, misalnya faktor kesehatan mental, dan cara mengatasi masalah tersebut.***
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.