Suaraserang.id- Wapres Ma'ruf Amin mengatakan, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan kenaikan tapi penyesuaian. Pemerintah perlu menata kembali subsidi BBM karena dinilai tidak efektif.
Oleh karena itu, disusun kembali agar yang menerima benar-benar menjadi penerima. bahasa kiai nya adalah memberikan hak kepada yang berhak. Karena (subsidi) selama ini tidak tepat sasaran , maka subsidinya ditarik," kata Ma'ruf Amin di Palembang, Rabu 6 September.
Menurut dia, harga BBM tidak naik, tapi penyesuaian dengan kondisi saat ini. Selain itu, BBM semestinya tidak boleh disubsidi, tetapi harus diberikan kepada masyarakat melalui kesejahteraan sosial.
Diakuinya, kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia karena kondisi global yang mengalami krisis energi.“Dampak dari kenaikan itu pasti akan ada terlepas dari apakah mereka berada dalam kemiskinan ekstrim.
Makanya kami membantu melalui pemberian Bansos, semoga tidak terlalu berpengaruh. Tapi kita akan terus pantau, pemerintah akan terus pantau untuk menjaganya," pungkasnya.