Dua Poskesdes di Nangerang (Badui Selatan) dan Ciboleger (Badui Utara) melayani selama 6 hari (Senin-Sabtu) dan kunjungan rutin keliling kampung ke kampung bersama dokter, perawat dan bidan.
Tim melakukan aksi sosial kesehatan di Baduia sejak setahun terakhir setelah mendapat surat mandat dari Jaro Saija atau tokoh adat masyarakat Badui.
Pelacakan kasus
SRI kini melakukan pelacakan kasus campak dan tuberkulosis setelah ditemukan selama sebulan terakhir ada sembilan warga Badui meninggal dunia. SRI membuka posko kesehatan di Cijahe untuk melakukan pelacakan dengan orang yang kontak erat positif campak.
Berdasarkan hasil pengambilan sampel darah yang dilakukan SRI bersama IDI pekan lalu dinyatakan enam positif campak. Dengan demikian, pihaknya menargetkan satu pekan ini melakukan pelacakan kasus campak dengan menyisir kampung ke kampung di pemukiman Badui secara "door to door" atau pintu ke pintu.
Pelacakan kasus campak dilakukan tim medis SRI sore hingga malam, karena dipastikan warga Badui berada di rumah setelah seharian berada di lahan ladang untuk bercocok tanam.
Mereka tim medis SRI juga mendapatkan izin dari Jaro atau tokoh adat masyarakat Badui untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke setiap anak-anak Badui dengan memberikan vitamin A untuk mencegah campak juga memberikan susu dan makanan biskuit bagi penderita malnutrisi.
Selain itu, juga melakukan pemeriksaan kesehatan ibu agar tidak terserang virus rubella dan pemberikan obat vitamin serta mengobati berbagai penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah, mengatakan pihaknya kini bersama Puskesmas Cisimeut, Dinkes Banten dan Kemenkes terjun ke pemukiman masyarakat secara " door to door" atau pintu ke pintu untuk mengambil sampel darah dan dahak sejumlah warga di Badui Luar dan Badui Dalam. Kasus campak dan tuberkulosis diduga menyebar di permukiman Badui.
Petugas disebar untuk mendatangi empat kampung yang menjadi target pemeriksaan, di antaranya Kampung Pamoean, Kampung Cisadane, Kampung Batu Belah, dan Kampung Cibogo.
Tim juga melakukan pendekatan kepada warga Badui dalam di Kampung Cikeusik agar menerima petugas medis.
Baca Juga: Pemerintah Anggarkan Rp 156,4 Triliun Sebagai THR Hingga Pensiunan ASN, TNI dan Polri
Sejauh ini, Dinkes Lebak belum bisa menyebut berapa jumlah warga yang diambil sampel darah dan dahak. Selain pengambilan sampel, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga Badui yang sedang sakit.
Tokoh masyarakat Badui Kemi (50) warga Cisadane merasa senang dengan adanya perhatian pemerintah dan relawan untuk melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan. Sebab, kesehatan sangat penting agar bisa produktivitas dan bisa bekerja.
Masyarakat Badui sangat mendukung petugas kesehatan yang mendatangi permukiman Badui. Warga Badui akan mendatangi petugas kesehatan jika berada di rumah. Mereka biasanya pada pagi hingga sore hari, berada di ladang.
Sinergi berbagai pihak terkait serta tanggapan positif masyarakat Badui untuk memberikan pelayanan kesehatan, diharapkan akan semakin menciptakan masyarakat setempat sehat dan ceria, seperti Bohani.
Sumber : Antara