Kisruh yang terjadi antara pengembang properti dengan pihak kreditur atau investor yang dialami oleh PT Mahkota Properti Indo Senayan dan PT Mahkota Indo Permata dengan para investor menampakan titik terang.
Pasalnya, selama Pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2020, PT Mahkota Properti Indo Senayan selaku perusahaan yang bergerak dalam jasa properti di Indonesia hingga kini masih terus bertahan dengan menerapkan berbagai strategi dan langkah dalam penyelesaian masalah yang tengah dialami.
Salah satunya dengan menawarkan beberapa program akselerasi dalam penyelesaian kepada para kreditur, termasuk telah membuat beberapa kreditur yang sudah terselesaikan yakni dengan mengurangi hutang dengan cara melakukan top up konversi aset properti. Seperti misalnya dikonversikan ke Vittoria apartment Jakarta, apartment Ruby Balikpapan dan Bandara City di Dadap Tangerang.
"Saya atas nama perusahaan mengucapkan terima kasih pada semua kreditur yang sudah mensupport perusahaan selama ini, dengan mengikuti program percepatan penyelesaian yang sudah kami tawarkan & lakukan sejak tahun 2020 pada masa pandemi covid 19," ujar Hamdriyanto selaku Direktur PT Mahkota Property Indo Permata yang juga Direktur PT Mahkota Properti Indo Senayan melalui press rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (27/9/2022).
Menurut Hamdriyanto, dirinya akan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban pada semua kreditor dan menuntaskan masalah tersebut dengan 5 cara. Ke lima cara ini menjadi upaya untuk menuntaskan kewajiban selama lima tahun dengan putusan homologasi perusahannya.
"Upaya yang telah kami lakukan adalah demi menjaga keberlangsungan perusahaan dan menjaga daya kemampuan perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban dalam perjanjian perdamaian atau homologasi serta menjaga kepentingan ribuan para kreditor kami," ungkapnya.
Ia juga mengakui perusahaan yang dipimpinnya ini telah menghadapi beberapa somasi pembatalan homologasi di PN Jakarta Pusat yang dilayangkan oleh beberapa kreditor, tetapi hasil dari somasi-somasi yang dlayangkan tadi telah ditolak oleh Hakim PN Jakarta Pusat. Dan perusahaannya juga sudah melakukan somasi secara perdata kepada kreditor (yang sudah melakukan somasi pembatalan homologasi di atas) dengan nilai 5 kali berdasarkan nilai tagihan.
Direktur MPIS dan MPIP tersebut juga menyampaikan jika pihaknya sudah menginformasikan pada semua kreditor, bahwa perusahaan MPIS mempunyai saham yakni TOPS ( PT Totalindo Eka Persada TBK) dan IKAI ( PT Inti Keramik Alamasri TBK).
PT Totalindo Eka Persada Tbk adalah sebuah perusahaan kontraktor yang masih aktif dan dalam tahun ini sudah berhasil membukukan kontrak baru senilai 1,5 Triliun.
Baca Juga: Bukan Lagi Mimpi, Rehan Akhirnya Muncul! Mirip Banget sama Intan Penyanyi Lagu Begitu Syulit
Perkembangan perusahaan saat ini telah membuka beberapa cabang pada kota-kota besar di Indonesia, guna menerima proyek- proyek berdasarkan wilayah cabang tersebut, dan telah menargetkan perolehan kontrak baru setiap tahunnya sebesar 2,5 Triliun.
Sehingga hal tersebut diharapkan dapat berdampak pada kenaikkan kinerja dan kenaikkan harga saham perusahaan di bursa efek Indonesia.
"IKAI saat ini sedang berfokus dalam pengembangan bisnis, yakni mengembangkan merek ESSENZA keramik, bekerjasama dengan para distributor besar di wilayah-wilayah dalam memasarkan produk perusahaan, menggunakan merk nama yang relatif kuat di dalam maupun luar negeri, ESSENZA juga sudah di ekspor ke beberapa negara mulai tahun lalu," terangnya.
Selain itu, tambah Hamdriyanto, menyebutkan juga bahwa hotel hotel yang tergabung dalam perusahaannya tengah mengalami peningkatan taraf hunian yang sangat baik dalam waktu belakangan ini. Pihaknya berharap kemajuan bisnis ini bisa menaruh kontribusi besar pada kinerja keuangan perusahaan.
Untuk diketahui, IKAI saat ini tengah berfokus pada pengembangan bisnis yang bisa meningkatkan nilai perusahaan untuk pada masa yang akan datang, misalnya bisnis digital yang bekerjasa sama dengan mitra strategis, sehingga dampaknya bisa memberi kenaikan dalam valuasi perusahaan di masa yang akan datang.
****