Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Permintaan dan Resesi Global

Serang

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 14:19 WIB
Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Permintaan dan Resesi Global
ilustrasi pekerja industri pengeboran minyak (Antara)

- Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB),
karena kekhawatiran resesi global dan permintaan minyak yang lemah, terutama di China,
melebihi dukungan dari pemotongan besar-besaran target produksi OPEC+.


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November tergelincir
3,5 dolar AS atau 3,9 persen menjadi menetap di 85,61 dolar AS per barel di New York Mercantile
Exchange.


Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 2,94 dolar AS atau 3,1
persen, menjadi ditutup pada 91,63 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. 

Kontrak Brent dan WTI keduanya terombang-ambing di antara wilayah positif dan negatif untuk
sebagian besar Jumat (14/10/2022), tetapi turun untuk minggu ini masing-masing sebesar 6,4
persen dan 7,6 persen.


Dalam laporan bulanan yang dirilis awal pekan ini, baik Badan Energi Internasional (IEA) maupun
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) merevisi perkiraan mereka untuk
permintaan minyak yang terlihat turun, karena hambatan ekonomi yang lebih kuat.


Hal yang juga membebani harga minyak adalah momentum lanjutan dalam dolar AS. Indeks dolar,
yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,84 persen
menjadi 113,3090 pada akhir perdagangan Jumat (14/10/2022), menyusul kenaikan serupa di sesi
sebelumnya. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.


Inflasi inti AS mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam 40 tahun, memperkuat pandangan
bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama dengan risiko resesi global. Keputusan suku
bunga AS berikutnya akan jatuh tempo pada 1-2 November.

Kontrak Brent dan WTI keduanya terombang-ambing di antara wilayah positif dan negatif untuk
sebagian besar Jumat (14/10/2022), tetapi turun untuk minggu ini masing-masing sebesar 6,4
persen dan 7,6 persen.


Dalam laporan bulanan yang dirilis awal pekan ini, baik Badan Energi Internasional (IEA) maupun
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) merevisi perkiraan mereka untuk
permintaan minyak yang terlihat turun, karena hambatan ekonomi yang lebih kuat.

baca juga


Hal yang juga membebani harga minyak adalah momentum lanjutan dalam dolar AS. Indeks dolar,
yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,84 persen
menjadi 113,3090 pada akhir perdagangan Jumat (14/10/2022), menyusul kenaikan serupa di sesi
sebelumnya. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.


Inflasi inti AS mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam 40 tahun, memperkuat pandangan
bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama dengan risiko resesi global. Keputusan suku
bunga AS berikutnya akan jatuh tempo pada 1-2 November.

Sumber : Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Turun Setelah Kenaikan Tiga Hari Berturut-turut, EIA Singgung OPEC+

Harga Minyak Turun Setelah Kenaikan Tiga Hari Berturut-turut, EIA Singgung OPEC+

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 07:07 WIB

Harga Minyak Turun Tiga Hari Berturut-turut, OPEC: Ekonomi Kian Tidak Pasti

Harga Minyak Turun Tiga Hari Berturut-turut, OPEC: Ekonomi Kian Tidak Pasti

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:36 WIB

Melemah Tiga Hari Berturut-turut, Harga Minyak Dunia Ambles Lagi 2,3 Persen

Melemah Tiga Hari Berturut-turut, Harga Minyak Dunia Ambles Lagi 2,3 Persen

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:46 WIB

Terkini

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan

4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:55 WIB

Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026

Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026

Jogja | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:47 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang

Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB