Pengamat: Jika PDIP Pecat Ganjar, partai lain siap ambil alih

Serang

Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:56 WIB
Pengamat: Jika PDIP Pecat Ganjar, partai lain siap ambil alih
Kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. ((Tangkapan layar Youtube))

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, merupakan salah satu orang yang disebut-sebut berpeluang besar untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Bukan tanpa sebab, eletabilitas kader PDIP itu hampir secara terus menerus berada diposisi tertinggi dalam berbagai survei politik.

Melansir dari WartaEkonomi.co.id - jaringan suara.com, Ganjar bahkan telah memberi isyarat kepada publik bahwa dirinya siap memajukan diri sebagai calon presiden pada 2024. Hal ini sebagai bentuk komitmen Ganjar untuk selalu siap berbuat apa saja demi kebaikan bangsa dan negara.

"Kalau untuk bangsa dan negara, apa sih yang kita nggak siap," ujar Ganjar dalam keterangannya, Kamis (20/10/2022).

Menurut dia, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang tokoh politik untuk siap diusung sebagai calon presiden, apalagi jika dipilih oleh pihak partai, tentunya merupakan kader berkualitas terbaik.

Meski telah menyatakan siap, PDIP sebagai partai pemilik Ganjar sejauh ini masih bungkam. Mereka belum menunjukkan manuver politik untuk mengumumkan calon presiden pilihannya.

Situasi ini ditambah lagi dengan sikap PDIP yang disebut-sebut hendak mencalonkan Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri, menjadi anak emas. Bahkan diyakini, sosok Puan bisa mendapat dukungan dari partai berlambang banteng tersebut.

Ganjar Pranowo [Dok Pemprov Jateng]
Ganjar Pranowo (sumber: Dok Pemprov Jateng)

Nasib Ganjar pun mendapat tanggapan dari pengamat komunikasi politik Universitas
Esa Unggul Jamiluddin Ritonga. Menurut dia, persiapan Ganjar untuk nyapres pada 2024, tentu akan berdampak pada PDIP yang masih belum bergeming.

Jamiluddin bahkan menyarankan agar Ganjar meninggalkan PDIP jika ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden pada 2024, meskipun tindakan itu bukan atas dasar keputusan Megawati.

"Secara moral, Ganjar harus keluar dari PDIP. Karena keinginan Ganjar untuk nyapres bukanlah keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," kata Jamiluddin.

Apalagi, Jamiluddin memandang bahwa keputusan Ganjar itu sebagai bentuk perlawanan dirinya menentang keputusan PDIP. Sebab, keputusan PDIP untuk menentukan calon presiden dari PDIP berada di tangan Megawati. 

Apalagi jika Ganjar tidak keluar dari PDIP, Jamiluddin mengatakan bukan tidak mungkin Megawati akan menjatuhkan sanksi tegas. Yang paling berat adalah sebagai mantan Presiden RI itu bahkan bisa memecat Ganjar karena mendahului keputusannya.

Namun, saran agar Ganjar keluar dari PDIP pun bisa menjadi hal yang menguntungkan. Karena, situasi ini bisa membuat partai lain berani mengambil alih Ganjar karena dia bukan lagi kader PDIP.

"Bagi Ganjar, keputusannya untuk siap nyapres tampaknya karena ada sinyal dari partai lain. Dan partai lain ini belum bisa mendeklarasikan Ganjar karena secara moral tidak etis karena masih kader PDIP,” imbuhnya.

Yang terakhir, Jamiluddin juga menilai pernyataan Ganjar bisa jadi adalah bentuk pancingan agar dipecat dari PDIP. Apabila pancingan itu berhasil, PDIP akan memecat Ganjar sebagai kadernya dan berpindah haluan ke partai lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat Nilai Ganjar Serius Maju Nyapres, Sinyal ke PDIP Kalau Tak Cuma Puan yang Siap

Pengamat Nilai Ganjar Serius Maju Nyapres, Sinyal ke PDIP Kalau Tak Cuma Puan yang Siap

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:19 WIB

Siap Nyapres, Eh Ganjar Malah Diminta Seharusnya Keluar dari PDIP Secara Moral

Siap Nyapres, Eh Ganjar Malah Diminta Seharusnya Keluar dari PDIP Secara Moral

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 13:20 WIB

Airlangga: Golkar Masih Jalin Komunikasi Dengan Sejumlah Parpol untuk Perbesar KIB

Airlangga: Golkar Masih Jalin Komunikasi Dengan Sejumlah Parpol untuk Perbesar KIB

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:59 WIB

Ganjar Pranowo Maju Capres Nyaris Terjegal Kasus e-KTP, KPK Tak Cukup Bukti

Ganjar Pranowo Maju Capres Nyaris Terjegal Kasus e-KTP, KPK Tak Cukup Bukti

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:51 WIB

NasDem: Ganjar-Anies Bakal jadi Rival Seimbang di Pilpres 2024

NasDem: Ganjar-Anies Bakal jadi Rival Seimbang di Pilpres 2024

Serang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 02:55 WIB

Fix! Ganjar Nyatakan Siap sebagai Capres, PDIP Belum beri Restu

Fix! Ganjar Nyatakan Siap sebagai Capres, PDIP Belum beri Restu

Serang | Rabu, 19 Oktober 2022 | 22:44 WIB

Rocky Gerung: PDIP Panik, Hasto Serang lawan Politik Secara Pribadi

Rocky Gerung: PDIP Panik, Hasto Serang lawan Politik Secara Pribadi

Serang | Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:57 WIB

Video Lautan Manusia Hadiri Perpisahan Gubernur DKI Anies Baswedan Hoaks

Video Lautan Manusia Hadiri Perpisahan Gubernur DKI Anies Baswedan Hoaks

Serang | Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:42 WIB

Penuhi 3 Kriteria ini, Auto Jadi Cawapres Anies Baswedan

Penuhi 3 Kriteria ini, Auto Jadi Cawapres Anies Baswedan

Serang | Selasa, 18 Oktober 2022 | 01:10 WIB

AHY akan selalu Kritik Jokowi, Cuma bisa Puji SBY

AHY akan selalu Kritik Jokowi, Cuma bisa Puji SBY

Serang | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 00:49 WIB

Terkini

Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo

Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:39 WIB

Kutukan 24 Tahun Runtuh! 5 Fakta Kemenangan Inggris atas Kroasia di Piala Dunia 2026

Kutukan 24 Tahun Runtuh! 5 Fakta Kemenangan Inggris atas Kroasia di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:29 WIB

Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau

Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau

Riau | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:24 WIB

Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026, Batas Cristiano, dan Mitos Maradona

Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026, Batas Cristiano, dan Mitos Maradona

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:23 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Vivo X Fold 6 Siap Guncang Pasar HP Lipat, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan

Vivo X Fold 6 Siap Guncang Pasar HP Lipat, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:20 WIB

Proyek Raksasa Rp31 Triliun: Siasat Lampung Akhiri Jalan Rusak Lewat Jalur Pintas Kereta Logistik

Proyek Raksasa Rp31 Triliun: Siasat Lampung Akhiri Jalan Rusak Lewat Jalur Pintas Kereta Logistik

Lampung | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:17 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB

Analisis Kemenangan Inggris: Bagaimana Strategi Risiko Tinggi Tuchel Bungkam Kroasia

Analisis Kemenangan Inggris: Bagaimana Strategi Risiko Tinggi Tuchel Bungkam Kroasia

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB