Beberapa pengusaha real estate atau properti mengaku bahwa mereka tetap optimis tentang prospek pasar properti pada tahun 2023, meskipun ada ancaman inflasi dan resesi.
Beberapa dari mereka bahkan telah mengembangkan strategi bisnis untuk meminimalkan risiko kerugian bagi perusahaan jika terdampak resesi.
Direktur Utama Medal Cahaya Buana Arta (MCBA), M Khoirul Fatullah mengatakan, perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kelancaran operasi meskipun risiko resesi diperkirakan akan terjadi pada 2023.
"Sangat optimistis," kata Khoirul saat ditanya wartawan tentang potensi usaha usai mengikuti ajang Mastermind 5.0 Awards For Scale Up di kota Bandung pada Jumat (21/10/2022) malam.
"Kami memiliki tujuh lini bisnis utama, antara lain properti, keuangan investasi dan lain-lain," ujarnya didampingi Dirut PT Medal Semesta Indonesia Bangkit, Eri Prananto.
![Ilustrasi proyek pembangunan properti di Jakarta, [suara.com/Kurniawan Mas'ud]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/10/23/2-ilustrasi-proyek-pembangunan-properti-di-jakarta.jpg)
Secara terpisah, Direktur Legal MCBA, Rebecca Suryati Siregar juga berencana akan berkoordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait untuk mempersiapkan potensi tahun depan.
"Kami juga sedang mengembangkan beberapa bisnis lain, seperti program kesehatan, pendidikan dan ketahanan pangan di seluruh Indonesia,” katanya dikutip dari wartaekonomi.co.id.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Direktur Legal Medal memayu Laksana Cipta, Jhony Hutabarat yang mengaku menyiapkan sejumlah strategi sebagai upaya agar dapat meminimalisir dampak resesi.
"Bicara bisnis, ke depan santer resesi, artinya kita harus berani (mengambil) risiko. Kalau ngga ambil risiko, bisnis nggak akan berjalan. Yang terpenting meminimalisiasi (risiko),” kata Jhony.
Baca Juga: Jurgen Klopp Sampaikan Dukungan ke Steven Gerrard Usai Dipecat Aston Villa
Selain itu, ia meyakinkan pihaknya terus memantau proyek-proyek yang dikerjakan oleh induk (holding) perusahaan agar bisa segera terealisasi secepatnya.
“Harapannya target MCBA pertama terancam krisis, sekarang kita buat bagaimana cara agar bisa mengantisipasi supaya dampaknya nggak begitu besar," katanya.