Tahun 2022 merupakan tahun dimana banyaknya perusahaan-perusahaan besar berbasis startup yang mengalami kebangkrutan.
Pakar investasi Hendra Setiawan Boen, menilai fenomena PHK karyawan hingga perusahaan bisnis rintisan (startup) yang mengajukan kebangkrutan bernilai miliaran dolar, adalah perusahan besar yang hanya ada di atas kertas.
"Itu tidak mencerminkan nilai perusahaan startup yang sesungguhnya," ungkap Hendra, yang juga Managing Partner Frans & Setiawan Law Office.
Sepanjang tahun ini, dunia dikejutkan oleh matinya beberapa perusahaan rintisan (startup) bernilai miliaran dolar yang termasuk dalam kategori unicorn atau decacorn seperti Theranos, FTX, dan Terra Luna.
Dia berpendapat bahwa status ini mungkin mengarah pada asumsi di benak calon investor, seolah-olah startup yang sudah menyandang predikat itu, sudah pasti perusahaan besar dan sehat dari segi keuangan atau fundamental.
"Padahal valuasi miliaran dollar dihitung dari berapa komitmen investasi dari investor yang tak jarang berupa utang dan wajib dibayarkan kembali beserta bunga," ujar Hendra.
![Ilustrasi Goto saat melantai di bursa efek Indonesia (IPO) [ist.]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/18/1-ilustrasi-goto-saat-melantai-di-bursa-efek-indonesia-ipo.jpg)
Ia juga menuturkan, ada puluhan startup berkategori unicorn bahkan decacorn di Indonesia, tapi sejauh ini mereka masih merugi selama bertahun-tahun.
"Kerugian ini memang sebagian karena perusahaan startup tidak efisien (inefisen) dalam mengelola keuangan dan dana investasinya, seperti memberikan gaji besar dan fasilitas mewah kepada para pekerja dengan tujuan branding atau jor-joran membakar uang," jelasnya.
Lebih lanjut lagi, Hendra mengungkapkan bahwa startup berkategori unicorn atau decacorn seperti Theranos, FTX, dan Terra Luna belakangan diketahui mengalami kegagalan, namun kegagalan mereka bukan akibat dari kegagalan dalam membangun usaha atau kinerja bisnis.
Baca Juga: Maudy Ayunda Semringah Perdana Gandeng Suami di FFI 2022
"Tapi karena ada penipuan dan penggelapan dengan pelaku, yang tidak lain adalah para pendiri, serta tata kelola manajemen startup yang buruk," pungkasnya.
Adapun seperti yang dialami pendiri Theranos, Elizabeth Holmes, misalnya, baru-baru ini ia divonis hukuman 11 tahun penjara karena terbukti menipu investor melalui startup alat tes kesehatan yang ternyata palsu.
Kemudian Do Kwon, pendiri Terra Luna, saat ini masih menjadi buronan Interpol dan kejaksaan Amerika Serikat, juga menyelidiki Sam Bank-Fried sebagai pendiri FTX, kata Hendra.