Polres Belu masih mendalami kasus temuan potongan jari dalam sayur lodeh, bahkan hingga sekarang masih misteri, lantaran pemeriksaan secara sidik jari sulit.
Hal itu diakui Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Djafar Awad Alkatari kepada jurnalis, Rabu (14/12/2022).
"Sebagian sudah terpotong dan sulit terbaca," singkat Iptu Djafar Awad Alkatari.
Untuk memastikan iti telah mengirim potongan jari jempol manusia tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, untuk pendalaman.
"Kami menggesernya ke rumah sakit untuk uji forensik kalau sudah tiba jari ke RSB," kata Djafar.
Berkemungkinan sambung Iptu Djafar Awad Alkatari, Jumat (16/12/2022) besok bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Hingga Kamis malam ini belum ada notifikasi lanjut terkait jempol jari sayur lodeh tersebut. Sementara itu, saksi merupakan penjual sayur lodeh sudah diperiksa. Termasuk karyawan dan pengelola pabrik tahu.
![Kuliner Sayur Lodeh [SS/YouTube]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/12/15/1-httpswwwyoutubecomwatchvzb-wddhjy9k.jpg)
"Dokter membenarkan pula bahwa itu potongan jari manusia," ungkap Djafar.
Sebelumnya, seorang warga sedang mencicip sayur lodeh melihat ada potongan jari manusia dalam mangkok menu pesanannya.
Baca Juga: Widy Beneran Cabut dari Vierratale, Fans: 'Kamu ngeprank ya?' Kevin: Aman
Penikmat sayur lodeh itu Petrus Watu berusia 30 tahun. Ia terperanjat saat detik-detik menghabiskan santapan sayur lodeh tersebut.
Insiden yang terjadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (12/12/2022) viral.
Sekarang dalam pendalaman pihak kepolisian, setelah warga tak jadi melahap habis sayur lodeh pesanannya.
Petrus kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tasifeto Timur.
"Laporan dariu pelapor kamiu teruskan juga ke dokter, dan terkonfirmasi dari dokter bahwa itu benar potongan jari manusia," ucap Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto. [SUARA]