Persita Tangerang mengambil tindakan nyata terhadap tujuh pelaku yang telah diamankan aparat kepolisian terkait pelemparan bus Persis Solo usai pertandingan, Sabtu (27/1/2023).
Persita juga berjanji akan memberikan hukuman secara tegas kepada siapa pun yang merugikan bagi kedua tim.
"Bentuk tegas tanpa ampun akan terus dilakukan terhadap oknum yang melakukan kekerasan, anarkististis, serta perilaku yang tidak baik yang dapat merugikan kedua klub," tulis keterangan Persita di akun resmi instagramnya.
Selain itu panpel dan manajemen Pendekar Cisadane secara tegas melarang tujuh pelaku tersebut masuk dan beraktifitas di Stadion Indomilk Arena seumur hidup.
"Menyambung kejadian kemarin, panpel sudah membuat laporan polisi di mana terdapat oknum-oknum yang telah diproses secara hukum dan sudah dilakukan penahanan. Selain itu, manajemen dan panpel akan melarang oknum tersebut untuk masuk dan beraktivitas di Stadion Indomilk Arena seumur hidup," lanjut keterangan tersebut.
Persita memastikan akan mengawal sampai tuntas kasus pelemparan bus Persis Solo yang telah mencoreng namanya di kancah sepak bola nasional.Serta akan membawa ke ranah hukum siapan pun yang terlibat di dalamnya atas insiden kemarin.
"Panpel dan kepolisian akan terus mengembangkan penyidikan terhadap kasus ini sampai tuntas dan kami pastikan tidak akan berhenti sampai di sini. siapa pun yang ambil bagian dan terlibat dalam insiden tadi malam akan kami proses secara hukum dan kami serahkan kepada pihak kepolisian," tegas Persita.
Diakhir keterangannya, Runer-up Liga Indonesia tahun 2002 ini pun menghimbau agar sepak bola menjadi pemersatu dan hiburan yang indah.
"Mari kita buat sepak bola sebagai olah raga dan hiburan yang indah, jangan sampai persaudaraan tercoreng hanya karena segelintir oknum/dalang yang ingin merusak," tutup keterangan tertulis Persita.
Baca Juga: Hasil Indonesia Master 2023: Leo/Daniel Juara, Indonesia Sabet Dua Gelar