Peristiwa mengenaskan terkait kasus tabrak lari yang mengakibatkan tewasnya seorang mahasiswi bernama Selvi Amalia Nuraeni kian menjadi sorotan publik. Ditambah lagi terungkapnya skandal perselingkuhan penumpang yang menabrak Selvi bernama Nur (23) merupakan selingkuhan dari anggota polisi dengan inisial Kompol D yang berdinas di markas Kepolisian Polda Metro Jaya.
Nur, wanita muda yang mengaku sebagai istri dari Kompol D itu saat mengikuti iring-iringan mobil kepolisian mengklaim sudah mendapat izin dari suaminya. Saat itu, Nur yang menumpangi sebuah mobil sedan Audi A6 yang dikemudikan oleh upirnya bernama Sugeng.
Pihak kepolisian mulanya membantah bahwa Nur adalah istri dari seorang polisi, melainkan hanya sebatas teman saja. Namun belakangan terungkap oleh polisi sendiri jika Nur memang menjalin hubungan spesial dengan Kompol D.
Walaupun polisi sudah membenarkan terkait hubungan spesial itu, namun rupanya pihak kepolisian masih saja mengeluarkan pernyataan-pernyatan yang terkesan ingin menutupi adanya keterlibatan anggota polisi pada kasus tabrak lari tersebut.
![Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan saat diwawanca diruangannya, Jumat (3/12/2021). [Fauzi Noviandi/Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/01/31/1-kapolres-cianjur-akbp-doni-hermawan-saat-diwawanca-diruangannya-jumat-3122021.jpg)
Redaksi SuaraSerang mencoba menghimpun terkait pernyataan apa saja yang yang telah dilontarkan pihak kepolisian yang terkesan menutup-nutupi keterlibatan anggotanya soal kematian Selvi sebagai korban tabrak lari saat iring-iringan kendaraan polisi di Cianjur itu.
Polisi bantah mobil iring-iringan polisi yang tabrak Selvi
Kepolisian mengklaim jika Selvi tewas akibat tertabrak oleh mobil Audi A6 yang merangsek masuk ke dalam barisan iring-iringan kepolisian.
Artinya, mungkin saja polisi menyatakan Selvi tidak ditabrak oleh rombongan iringan mobil kepolisian, melainkan oleh mobil sipil yang menerobos masuk dalam barisan iring-iringan mobil pejabat kepolisian.
“Mobil Audi hitam ini masuk rangkaian rombongan petwal karena pengemudi merasa jika masjikannya kenal dengan seoranganggota polisi yang ada di rombongan tersebut. Makanya, tersangka ini langsung masuk rangkaian tanpa izin,” kata AKBP Doni Hermawan selaku Kapolres Cianjur.
Baca Juga: Terendus Menpan RB, Kronologi Dana Kemiskinan Rp500 T Ketahuan Tak Terserap Malah Buat Studi Banding
Polisi Bantah Pernyataan Keluarga Selvi
![Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes pol. Wibowo [ANTARA/Abdu Faisal]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/01/31/1-kapolres-metro-jakarta-utara-kombes-wibowo.jpg)
Pihak keluarga Selvi mengaku memiliki bukti jika yang mobil yang menabrak mahasiswi Universitas Suryakencan itu bukan oleh sedan Audi A6 seperti yang disangkakan oleh kepolisian, melainkan ditabrak oleh mobil jenis MPV merk Innova.
Dimana mobil Innova tersebut adalah salah satu mobil yang ikut serta dalam iring-iringan kendaraan pejabat kepolisian tersebut.
“Penabrak itu diduga Innova, buka Audi yang menyusup seperti klaim Kapolres (Cianjur),” demikian ungkap kuasa Hukum keluarga Selvi, Yudi Junaidi, Kamis (26/1/2023).
Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Wibowo juga telah mengaku dan membenarkan bahwa mobil tersebut merupakan salah satu dari kendaraan yang ikut dalam iring-iringan polisi. Namun ia membantah bahwa bukan mobil Innova itu yang menabrak Selvi.
“Total ada delapan di tengah rangkaian, ada mobil Innova, tapi kita yakinkan bukan itu yang terlibat,” ungkap Kombes Pol. Wibowo di Mapoltabes Bandung, Sabtu (28/1/2023).
Bantah Mobil Audi A6 adalah milik Polisi
![Polisi lakukan olah TKP dilokasi tabrak lari Selvi di Cianjur, Jawa Barat. [Tangkapan Layar Antara TV]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/01/31/1-polisi-lakukan-olah-tkp-dilokasi-tabrak-lari-selvi-di-cianjur-jawa-barat.png)
Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan sempat mengatakan jika mobil Audi A6 itu bukan milik anggota polisi, tetapi mobi sipil yang merangsek masuk ke dalam iring-iringan pejabat kepolisian.