Serang.Suara - Ada tiga partai politik jadi pilar bagi Ganjar Pranowo, hal itu dikatakan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Tiga partai itu antara lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura.
Jika partai tersebut digabungkan bareng PDIP, maka otomatis akan jadi pilar bagi Ganjar Pranowo selaku bakal calon presiden yang bertarung di Pemilu 2024 mendatang.
Alasan tersebut kata Hasto, mengingat elektabilitas Gubernur Jawa Tengah (Jateng) terus meroket dengan cepat (skyrocketing-red), bahkan beberapa lembaga survei telah membuktikan akan elektabilitas sosok rekan Presiden Jokowi itu.
Selain dorongan partai politik, juga karena permintaan rakyat yang kemudian membuat Megawati Soekarnoputri menetapkan bahwa Ganjar Pranowo sebagai bacapres usungan Partai PDI Perjuangan.
"Inilah demokrasi yang dibangun di PDI Perjuangan, dinamika politik itu terjadi sebelum Ibu Mega mengumumkan, tetapi begitu Ibu Ketua Umum dengan hak konstitusional yang diberikan oleh kongres mengumumkan (Ganjar Capres 2024) seluruh tiga pilar partai bergerak," kata Hasto ditemui di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2023).
PDIP kata Hasto Kristiyanto sangat bersyukur dengan meroketnya elektabilitas Ganjar.
"Ini tentu saja disyukuri, artinya yang diputuskan oleh ibu Mega ini senafas dengan apa yang menjadi kehendak rakyat. Bahkan surveinya makin tinggi," ujarnya.

Elektabilitas Ganjar Pranowo Survei Membuktikan
Ganjar Pranowo jadi perhatian netizen lantaran elektabilitas Ganjar Pranowo meroket dan beberapa survei membuktikan. Salah satunya dari survei Charta Politika.
Lembaga survei Charta Politika membuktikan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo merangkak pesat sebagai sosok capres di Pilpres 2024.
Survei mereka membuktikan elektabilitas Ganjar Pranowo berada di 28,9 persen dan Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan persentase 22,3 persen, adapun Anies Baswedan berada di angka 15,2 persen.
Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa mengemukakan, survei terhadap tokoh politik itu dengan mengambil data 10 tokoh.
Soal elektabilitas Ganjar Pranowo kata peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa sempat mengalami penurunan, itu terjadi pada 4-7 April 2023. Efek turunnya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu seirama dengan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.
Kendati demikian, pasca batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, malah elektabilitas Ganjar Pranowo meroket di angka 28,9 persen.
Sementara para pesaingnya yakni Prabowo Subianto elektabilitas nya secara tren disebut stabil. Kemudian Anies Baswedan juga mengalami hal yang serupa. [*/Kariadil Harefa]