Terdakwa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Ferry Irawan menjalani sidang lanjutan beragendakan putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/5/2023).
Ferry Irawan dinyatakan bersalah oleh majelis hakim telah melakukan tindak pidana KDRT kepada sang istri Venna Melinda. Karenanya hakim memvonis Ferry Irawan dengan pasal ayat 44 ayat 4 dan dakwaan pasal 45.
Putusan satu tahun penjara lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 1,5 tahun. Menurut kuasa hukum dari Ferry Irawan pasal 44 ayat 1 yang dilaporkan oleh ibu dari tiga orang anak ini gugur sehingga vonis lebih ringan.
"Putusan hakim, membebaskan Pak Ferry dari Pasal 44 Ayat 1. Itu dasar putusan. Yang dikenai itu Pasal 44 Ayat 4. Artinya dugaan tindak pidana Pak Ferry adalah dugaan tindak pidana ringan, yang tidak mengganggu pekerjaan dia," ujar Jeffry Simatupang mengutip Kompas.com.
Namun pihak Ferry Irawan masih belum memutuskan akan mengajukan banding. "Jaksa belum mengambil sikap atau pikir-pikir. Intinya kami menunggu kejaksaan," tambahnya.
Diketahui, Ferry Irawan melakukan KDRT pada Venna Melinda yang baru saja dinikahinya tersebut pada sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur pada 8 Januari 2023. Akibat KDRT tersebut hidung Venna Melinda berlumuran darah.
Kini, Ferry Irawan harus mendekam di penjara mempertanggung jawabkan ulahnya, sedangkan Venna Melinda kini siap nyaleg dengan diusung Partai Perindo.