Serang.suara.com – Baru-baru ini ramai soal kabar Ameena Hanna Nur Atta, putri pasangan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, di-bully netizen di media sosial. Ameena dihujat dengan kata-kata yang tidak sepatutnya ia terima sebagai bayi 1 tahun. Hujatan-hujatan yang dilayangkan tersebut otomatis membuat membuat Aurel dan Atta meradang. Melalui akun Instagram-nya, Atta mengunggah komentar netizen yang merisak anaknya tersebut.
“Gak bisa apa-apa plonga plongo anak oon,” tulis netizen itu, seperti dikutip dari akun Instagram Atta pada Minggu, 11 Juni 2023.
Bahkan netizen itu menyebut Ameena sebagai anak down syndrome. Padahal Ameena lahir sebagai anak normal dan tumbuh sehat sesuai dengan usianya.
Kini pelaku bullying terhadap Ameena sudah diketahui. Ia merupakan seorang guru yang juga istri polisi. Meski pelaku sudah meminta maaf, Aurel masih sakit hati dan mengaku sulit memafkan pelaku bernama Emirisma Aulia Tobing itu.
Untuk memberikan efek jera, Aurel dan Atta akan melaporkan pelaku perundungan terhadap Ameena itu ke polisi.
"Yang paling sakit hati itu, kan, istri saya. Saya tergantung dia. Kalau saya, walaupun maafin Ibu, tapi kalau begini terus, Ibu enggak akan ada efek jera," tutur Atta saat melakukan sambungan video call bersama pelaku bullying.
"Kalau dari kemarin saya enggak bikin viral, Ibu enggak akan minta maaf, kan? Ini karena sekarang sudah banyak yang cari Ibu, kan, baru Ibu minta maaf," ucap Aurel.
Pelaku pun menangis seolah takut terhadap ancaman Aurel. Dia mengaku siap membuat surat perjanjian supaya tidak mengulangi perbuatannya lagi.
"Saya sudah sadar, itu perbuatan salah, makanya saya minta maaf. Kalau perlu, saya buat surat perjanjian bahwa saya bersalah pakai tanda tangan saya dan suami saya. Kalau memang saya mengulangi lagi, saya siap diproses hukum. Kasihanilah saya," tutur pelaku.
"Saya malah kasihannya sama anak-anak dan suami Ibu," ujar Aurel.
Atta lalu berujar, jika dia dan sang istri tidak memberikan efek jera kepada pelaku, bisa saja netizen lain melakukan hal buruk seperti ini kepada orang lain.
Sementara itu, melalui sambungan video call dengan suami pelaku yang seorang polisi, Aurel mengaku menerima permintaan maaf pelaku. Namun Aurel masih merasakan sakit hati atas perbuatan pelaku.
"Jujur, hati saya masih takut. Saya maafin, tapi gimana, ya, kok, saya susah menerimanya, kecuali istri Bapak sekali, ya, ngatain. Ini istri Bapak ribuan kali ngatain. Jadi saya masih sakit hati. Nanti lawyer saya yang akan menghubungi Bapak untuk hal lainnya," tutur Aurel.
"Saya mengerti perasaan Mbak, makanya saya minta maaf sekali atas perbuatan istri saya. Saya sudah merasa beban atas kelakuan istri saya," kata suami pelaku.