Terlihat, tubuh Cipto diganjal dengan papan. Terkadang ia tidur tanpa menggunakan alas, langsung di ubin. Tampak pula, ada luka di bagian paha dan kaki kirinya.
Kehidupan Cipto kini kian diperparah dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Saat dikunjungi, Cipto serta keluarga sebenarnya memiliki usaha berdagang ketoprak dan warteg. Namun, kini sudah tak lagi berjualan. Sebab pihak keluarga tengah fokus mengurus kesehatan dan kesembuhan Cipto.
Bibi Cipto, Darsini mengatakan dirinya sengaja tak menginformasikan kondisi Cipto dikarenakan alasan ekonomi. Dia khawatir, biaya yang akan dikeluarkan untuk mengurus kesehatan Cipto akan besar.
"Ini saja yang infokan pemilik kontrakan. Keluarga bukannya gak mau kasih tau. Kita takut dimintai biaya. Kita nyari makan aja udah sudah," ucapnya seraya menyeka air mata.
Meski demikian, pihak keluarga tetap berusaha maksimal mengurus Cipto di tengah keterbatasan tersebut. Sembari berharap kesembuhan Cipto.
Ibu kandung Cipto, Toyipah berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Ia berharap Pemerintah bisa membantu meringankan proses pengobatan demi kesembuhan sang anak yang memiliki hobi menonton balap motor tersebut.
Rencananya, selepas Magrib nanti Cipto akan dievakuasi ke RSUD Kota Tangerang dengan bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).