“Untung sopir ambulan bilang ‘udah ini ambulan saya jaminannya’ akhirnya langsung ditolongin sebelum keluarga saya dateng,” ucapnya
Ia juga mengatakan bila keluarganya tiba di Rumah Sakit, saat dirinya telah di bawa ke ruangan Instalasi Gawa Darurat (IGD). Ketila itu, Jehan dinyatakan tidak sadarkan diri atau koma.
Adapun luka-lukanya pada tubuh Jehan yakni di bagian alis dan pipi yang memaksanya harus dilakukan tindakan medis dengan dijait. Kemudian hidungnya mengalami patah pada tulang mudanya sehingga dilakukan tindakan operasi.
“Saya baru sadar jam 9 pagi, itu saya sudah di jait dan di perban. Dokter menyatakan jehan juga harus dioperasi pada baguan mata dan hidungnya. Kemudian setelah dilakukan tindakan itu, pernapasan saya normal tanpa alat bantu tapi tidak dapat mencium bau,” ungkapnya
“Terus pita suara saya juga rusak dan kuping berdengung,”sambungnya.