Ancaman El Nino Membuat India Setop Ekspor Beras Maupun Gandum, Dunia Terancam Kelaparan

Serang

Jum'at, 21 Juli 2023 | 11:50 WIB
Ancaman El Nino Membuat India Setop Ekspor Beras Maupun Gandum, Dunia Terancam Kelaparan
beras impor vietnam milik bulog (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Serang.suara.com - Hadapi bencana sekaligus dampak badai El Nino, India produsen beras nomor satu di dunia setop ekspor beras.

Ancaman kelaparan dan kekeringan akan mengintai sejumlah negara termasuk Indonesia, yang menyediakan cadangan beras pemerintah melalui Perum Bulog, dengan mengimpor 300 ton beras CBP.

Informasi setop ekspor beras di India telah diumumkan, Kamis (20/7/2023)  kemarin malam, dampak dari larangan ekspor beras mengancam pangan global termasuk inflasi.

Pemerintah India menyetop ekspor beras non-basmati, setelah kenaikan harga terjadi di angka 3 persen per bulan. Bukan itu saja, beberapa daerah di India alami gagal panen. Daerah seperti Haryana dan Punjab sebagai pusat penghasil beras juga gagal panen.

Sementara kita ketahui bersama bahwa selain India sebagai eksportir beras dengan persentase 40 persen, beberapa negara tetangga Indonesia seperti Vietnam dan Thailand juga termasuk produksi beras terbanyak.

Penyaluran Beras Bansos/ist
Penyaluran Beras Bansos/ist (sumber:)

Kondis di India saat ini beberapa daerah sebagai sumber padi dan beras sedang menanam ulang tanaman padi mereka.

"Ini merupakan kebijakan ekspor," kutip Serang Suara via laman Kementerian Pertanian India, Jumat (21/7/2023).

Adapun harga beras India dibanderol dari harga biasanya,  yang kenaikannya sudah berada di level 11,5 persen. Berdasar catatan mereka di tahun 2022, India telah melakukan ekspor beras jenis non-basmati dan pecah sebanyak 10 juta ton dari 22 juta ton dari nilai total ekspor.

Sementara ekspor beras jenis pratanak di tahun yang sama mencapai 7,4 juta ton, dan memang beras ini tidak termasuk dalam larangan pemerintah India.

baca juga

Perdana Menteri Narendra Modi kepada media mengutarakan, bahwa negaranya melarang atau setop ekspor beras sebagai langkah bagi pemerintah dalam negeri dalam mengatasi inflasi pangan, serta situasi politik di 2024.

Gudang penyimpanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (20/2).
Gudang penyimpanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (20/2). (sumber:)

Selain beras, Perdana Menteri Narendra Modi juga menerangkan, kalau mereka juga menyetop pengiriman ekspor gandum, setelah stop ekspor beras September 2022.

"Ekspor gandum juga akan kami larang di tahun ini," jelas Modi.

Selain sebagai cadangan menghadapi bencana El Nino, kebijakan pemerintah India tersebut juga mengguncang harga beras dunia.

Bahkan efeknya lebih kencang dari pada situasi perang antara Ukraian dan Rusia, yang  belum lama ini Rusia menyetop partisipasi biji bijian Laut Hitam, lantaran jembatan Krimea kena Serang.

Presiden Asosiasi Eksportir Beras B.V. Krishna Rao mengaku, dampak dari kebijakan India setop ekspor beras dan gandum menganggu pasar dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

El Nino Intai Indonesia dan 300 Ribu Ton Beras Disiapkan Sebagai Cadangan

El Nino Intai Indonesia dan 300 Ribu Ton Beras Disiapkan Sebagai Cadangan

Serang | Jum'at, 21 Juli 2023 | 11:06 WIB

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomor 1 India Stop Ekspor

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomor 1 India Stop Ekspor

Bisnis | Jum'at, 21 Juli 2023 | 11:07 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×