Pendapatan yang ia peroleh dari pekerjaannya sangat bervariasi, terkadang hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 30 ribu dalam sehari, bahkan ada kalanya ia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu ini membuatnya harus berjuang sehari-hari untuk bertahan. Pada hari-hari biasa, Tukiman mangkal di daerah sekitar Puskesmas Gajahan di Jalan Veteran.
Meskipun terkadang tidur di tempat teman, kadang-kadang juga tidur di depan Puskesmas Gajahan. Kehidupannya yang sederhana dan penuh perjuangan membuatnya terus melanjutkan profesi tukang becak.
Meski dengan segala keterbatasan yang ada. "Di sini sendirian, tidur di tempat teman, kadang di depan Puskesmas Gajahan. Ini sudah lama tidak pulang," pungkasnya dengan sedikit rasa getir, kutip surakarta.suara.com.
Tukiman tetap berusaha melanjutkan hidupnya dengan semangat, kendati tukang becak itu jadi korban prank oleh oknum konten kreator yang tidak bertanggung jawab. [*]