Suara Serang - Mendadak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kumpulkan pasukan yang merupakan kader Demokrat.
Pertemuan mendadak itu dibenarkan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Minggu (3/9/2023).
Agenda pertemuan yang digagas Agus Harimurti Yudhoyono ini nantinya, terhitung setelah dua hari Demokrat secara resmi cabut dukungan untuk Anies Baswedan dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Alasan dari Herzaky Mahendra Putra, Ketum Partai Demokrat AHY yakni terkait konsolidasi internal, pertemuan dijadwalkan Senin (4/9/2023) bersama pengurus tingkat pusat.
"Rencana pertemuan di hari Senin 4 September, menyusul dengan para pimpinan Demokrat dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.
Setelah itu baru akan memutuskan terkait harapan masyarakat, baik itu pro perubahan maupun pro perbaikan yang telah memberikan harapan kepada Partai Demokrat selama ini.
PDI Perjuangan Kirim Sinyal Politik ke Demokrat
![Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) [Suara.com/Muhammad Yasir]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/06/18/1-ketua-dpp-pdip-puan-maharani-dan-ketua-umum-partai-demokrat-agus-harimurti-yudhoyono-ahy.jpg)
Sebelumnya Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) telah mengungkapkan minatnya untuk menjajaki kemungkinan kerja sama politik dengan Partai Demokrat.
Langkah ini datang setelah pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar deklarasi sebagai bakal capres dan cawapres, di Surabaya, 2 September 2023.
Kendati demikian Puan Maharani menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama politik dengan Partai Demokrat, yang baru-baru ini keluar dari Koalisi Perubahan setelah penunjukan pasangan Anies-Muhaimin.
Baca Juga: Jawa Adalah Kunci Bagi Prabowo Subianto, Tiru Anies-Muhaimin Deklarasi di Jawa Timur
Meskipun ada dinamika politik yang intens di kontestasi Pemilu, Puan menegaskan bahwa semua partai memiliki strategi mereka sendiri.
Ketua DPR RI ini juga menekankan bahwa PDIP siap untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Demokrat, terutama karena komunikasi antara kedua partai tersebut telah berjalan dengan baik.
Terkait dengan pilihan pendamping Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, PDI-P akan melakukan pengkajian ulang mengingat munculnya poros Anies-Cak Imin.
Keputusan mengenai pendamping Ganjar akan diumumkan secepatnya setelah pengkajian ulang tersebut selesai. [*]