Invasi Semut Api Merah Asal Amerika di Sicilia dan Serang Eropa, Ancaman Baru Manusia?

Serang

Rabu, 13 September 2023 | 10:41 WIB
Invasi Semut Api Merah Asal Amerika di Sicilia dan Serang Eropa, Ancaman Baru Manusia?
semut api 'merah' (pixabay/suara.com)

Suara Serang - Sicilia, sebuah pulau yang indah di Italia, baru-baru ini diserang oleh "tamu" tak diundang yang sangat merusak, yaitu semut api merah asal Amerika Selatan

Kejadian ini menandai kali pertama spesies invasif ini terdeteksi di Eropa. Semut api merah (Solenopsis invicta) terkenal dengan kecepatan penyebarannya yang luar biasa di berbagai belahan dunia.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, semut api merah saat ini menduduki peringkat kelima sebagai spesies invasif dengan biaya kerusakan lingkungan tertinggi di dunia, mencapai miliaran dolar di berbagai negara.

Spesies ini dinamai "api merah" karena sengatannya yang sangat menyakitkan. 

Dalam satu koloni, mereka bisa mencapai jumlah setengah juta, dan mereka mampu menyerang mangsa yang jauh lebih besar dari ukuran tubuh mereka sendiri.

Ancaman semut api merah tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada flora dan fauna. Di Australia, kerusakan terjadi disebabkan hampir melebihi kerusakan dari hewan invasif seperti kucing liar, anjing liar, rubah, unta, kelinci, dan katak tebu.

Mattia Menchetti, seorang biolog evolusi dari Institute of Evolutionary Biology di Spanyol, menjelaskan, "S. invicta (semut merah) adalah salah satu spesies invasif terburuk. Penyebarannya sangat cepat." Keberadaan semut api merah di Italia memang mengejutkan, tetapi para ilmuwan sudah memprediksi bahwa hari ini pasti akan tiba.

Seperti halnya gulma invasif lainnya, semut api merah cenderung menyebar di daerah yang telah terganggu oleh aktivitas manusia. Seiring dengan perubahan yang manusia lakukan terhadap planet ini, semut ini mengikuti jejak kita.

Ilmuwan telah memperingatkan bahwa penyebaran global semut api merah hampir pasti akan terjadi. Dalam seabad terakhir, spesies ini telah menyebar ke Meksiko, Amerika Serikat bagian selatan, China, Taiwan, Australia, Karibia, Jepang, dan Filipina. 

baca juga

Sebagian besar infestasi ini berasal dari Amerika Serikat bagian selatan. Dengan globalisasi perdagangan modern, semut api merah memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyebar ke seluruh dunia melalui produk seperti rumput, tanaman, jerami, atau sarang lebah.

Momen gerombolan semut mengambil dan membawa kalung emas. [TikTok/nayakanaya51430]
Momen gerombolan semut mengambil dan membawa kalung emas. (sumber: TikTok/nayakanaya51430)

Menchetti dan rekan-rekannya pertama kali mendengar tentang semut api merah ketika mereka menerima foto spesies tersebut dari Sicilia.

Mereka menemukan 88 sarang di sebidang tanah kecil dekat sungai, dengan ribuan semut pekerja. Meskipun masih belum jelas bagaimana semut ini bisa sampai ke sana, ada dugaan bahwa pelabuhan kargo utama di pulau tersebut, Augusta, mungkin berperan dalam kedatangan semut ini.

Warga setempat melaporkan bahwa mereka telah disengat oleh semut api merah sejak tahun 2019, yang mengindikasikan bahwa semut ini mungkin sudah menyebar ke daerah lain di Eropa.

Melalui analisis genetik, peneliti menduga bahwa semut ini berasal dari AS, China, atau Taiwan.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 7 persen daratan Eropa memiliki iklim yang cocok untuk semut ini.

"Ini sangat mengkhawatirkan karena banyak kota besar seperti London, Amsterdam, dan Roma memiliki pelabuhan besar yang bisa memfasilitasi penyebaran semut ini ke negara dan benua lain," kata Roger Vila, seorang biolog dari Institute of Evolutionary Biology.

Saat ini, Menchetti, Vila, dan timnya berencana untuk membasmi sebanyak mungkin sarang semut api merah di Sicilia.

Namun, masih belum diketahui berapa lama mereka bisa mencegah spesies ini menyebar lebih luas. Ancaman semut api merah ini memerlukan perhatian serius, koordinasi internasional, dan tindakan cepat untuk mencegah dampaknya yang merusak terhadap lingkungan dan ekosistem di Eropa. [*cekricek]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengejar Kenikmatan Hiburan Mencekam: 5 Film Bertema Semut yang Wajib Ditonton

Mengejar Kenikmatan Hiburan Mencekam: 5 Film Bertema Semut yang Wajib Ditonton

Serang | Rabu, 13 September 2023 | 10:24 WIB

Ini 3 Link Situs Film Porno Berbayar yang Dibintangi Siskaeee dan Virly Virginia Berdurasi 1,5 jam

Ini 3 Link Situs Film Porno Berbayar yang Dibintangi Siskaeee dan Virly Virginia Berdurasi 1,5 jam

Serang | Selasa, 12 September 2023 | 10:54 WIB

7 Film Tentang Intelijen Terbaik di Bulan September 2023, Berikut Daftar Movie Bertabur Bintang

7 Film Tentang Intelijen Terbaik di Bulan September 2023, Berikut Daftar Movie Bertabur Bintang

Serang | Kamis, 07 September 2023 | 16:33 WIB

Terkini

Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer

Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer

Riau | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:42 WIB

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB