Sebelumnya, lanjut Mahmud, memang kosong dan dipersiapkan untuk garnisun di Kota Cimahi.
Keberadaan bangunan Stasiun Cimahi dan relnya itu pada zaman Belanda untuk menunjang akses para tentara ke rumah sakit.
"Jadi ketika orang Belanda mulai tinggal di sini mereka membutuhkan fasilits kesehatan. Ketika mereka pulang perang, ada yang luka dibawanya ke sini," kata dia.
Akhirnya pada tahun 1950-an, Rumah Sakit Dustira milik Belanda ini diserahkan pada TNI dan digunakan untuk para pribumi.
sumber: jabar.suara.com