9 Teori Misteri Pembantaian G30S, Benarkah PKI Dalangnya?

soreang

Kamis, 29 September 2022 | 14:09 WIB
9 Teori Misteri Pembantaian G30S, Benarkah PKI Dalangnya?
Lubang budaya dan misteri g30s (Antara)

SuaraSoreang.id - Kejadian kelam yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 menyisakan kisah misteri yang hingga kini masih belum ditemukan kebenarannya.

Seperti diketahui bahwa pelaku dari tewasnya 6 jenderal dan 1 perwira itu dikarenakan tindakan dari PKI (Partai Komunis Indonesia) yang bertujuan untuk menggulingkan kepemimpinan Soekarno. Tetapi apakah sejarah yang ditulis itu adalah sebuah kebenaran?

Mengutip dari akun Youtube Wong Curahjati pada Kamis (25/6/2020). Ia mengungkapkan adanya 9 teori yang membahas mengenai siapa dalang dari peristiwa berdarah itu. Beikut penjelasannya:

1. Teori Pertama: CIA dalang dari peristiwa G30S/PKI

Perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet membuat dunia terbagi menjadi dua kubu. Namun Indonesia memilih dan menjadi pelopor dari kubu non blok. 

Pada masa itu, terdapat 30 juta masyarakat Indonesia yang berideologi komunis dan Soekarno sendiri mendukung partai komunis untuk lebih berkuasa di Indonesia. 

Hal inilah yang membuat Amerika berang dan menganggap kalau Indonesia sudah tidak netral lagi. Melalui CIA, Amerika mengincar panglima yang saat itu dipegang oleh Soeharto untuk menghentikan hal tersebut dengan menggulingkan Soekarno.

2. Teori kedua: adanya kepentingan Inggris dan Amerika

Adanya anggapan bahwa tidak hanya Amerika, namun Inggris juga ingin menggulingkan rezim Soekarno. Hal ini dituangkan oleh Greg Poulgran di dalam bukunya berjudul “The Genesis of Konfrontasi Malaysia Brunei and Indonesia. 

baca juga

Hal ini sebabkan oleh sikap vokal Soekarno terhadap isu Neokolonialisme dan Neo-imperialisme yang nantinya akan menghambat Inggris untuk menguasai tambang emas dan minyak bumi. 

Pada akhirnya teori ini menyebutkan jika Inggris dan Amerika bekerja sama untuk menggulingkan Soekarno pada 30 September 1965.

3. Teori ketiga: Gerakan 30 September hasil konspirasi untur - unsur nekolim

Soekarno menyebutkan dalam pidatonya bahwa gerakan 30 September dengan gerakan 1 Oktober atau Gestok. 

Soekarno melihat dalang dari peritiwa itu tidak tunggal dan bagian dari rekayasa neokolonialisme dan neo-imperialisme atau nekolim. 

Ia juga meyakini peristiwa tersebut didalangi olh 3 unsur yaitu Pimpinan PKI, kelihaian kekuatan - kekuatan Nekolim dan orang - orang yang tidak betanggung jawab. Hal ini dirujuk dengan keterlibatan orang asing dalam rencana untuk mengambil kekuasaannya.

4. Teori keempat: adanya puncak konflik di TNI

Teori selanjutnya meyakini bahwa peristiwa tersebut terjadi karena adanya puncak konflik internal para tentara yaitu persaingan antar matra maupun pilihan - pilihan politik yakni kubu pro nasakom dan kubu anti - nasakom.

5. Teori kelima: Soekarno dalang G30S/PKI

Mengingat eksekutor pada peritiwa tersebut berasal dari pasukan Tjakrabirawa atau pasukan khusus pengawal presiden. 

Hal ini menimbulkan spekulasi jika Soekarno lah yang menyuruh atau setidaknya Soekarno mengetahui rencana tersebut. 

Mengingat para jenderal TNI yang beberbeda pendapat dengannya, maka ia akan melakukan apapun untuk tetap berkuasa. Namun hal ini diyakini hanyalah teori untuk mengkambing hitamkan Soekarno.

6. Teori keenam: konspirasi PKI antara Mao Zedong, Soekarno dan Aidit

Teori ini seceritakan dalam buku Kudeta 1 Oktober oleh ilmuwan Ceko bernama Victor Miroslav Fic. 

Dalam bukunya, ia menceritkan jika peristiwa 30 September 1965 merupakan konspirasi dari Mao Zedong, Soekarno dan Aidit yang berusaha untuk mempertahankan ideologi komunis ditengah perbedaan pendapat pada saat itu.

7. Teori ketujuh: PKI dalang G30SPKI

Menurut Brackman pada bukunya Collapse In Indonesia, PKI melakukan rekayasa didalam angkatan bersenjata. Hal ini diperkuat dengan catatan Central Comitte PKI, motif dari peristiwa ini dikarenakan Partai Komunis Indonesia ingin menjadi partai tunggal dan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis.

8. Teori kedelapan: Syam Kamruzaman Perancang Gerakan 30 September

John Roosa menyimpulka  bahwa perancang gerakan 30 September yang sesungguhnya adalah Syam Kamruzaman sedangkan letkol untung dan tentara sayap kiri adalah eksekutor lapangan. Syam adalah otak perencaan dari peristiwa malam itu, namun setelah kejadian letkol Untung di jebak. Beberapa sejarawan menilai syam adalah missing link dari peristiwa tersebut.

9. Teori kesembilan: G30S/PKI merupakan kudeta Soeharto

Teori ini memiliki banyak versi, namun dipercayai jika Soeharto berada dibalik peristiwa bedarah tersebut. Didalam pledoi Kol.A.Latief, ia menjelaskan jika dua hari sebelum peritstiwa tersebut ia melaporkan jika akan ada operasi pada tanggal 30 September untuk menggagalkan rencana kudeta dewan jenderal. Oleh karena itu, diketahui jika Soeharto sebenarnya mengetahui rencana operasi yang dilakukan oleh bawahannya. Selanjutnya dalam buku lain dijelaskan jika peristiwa tersebut merupakan kudeta Soeharto. Dan setelah adanya Super Semar, Soeharto terus mendapatkan keuntungan terutama dari Amerika.

Itulah sembilan teori siapa dalam dibalik peristiwa kelam yang masih menyisakan misteri hingga sekarang. Dari penjelasan diatas teori mana yang paling masuk akal?

Sumber: Youtube Wong Curahjati

Kontributor: Zafirah Nurtsanyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MERINDING! 4 Museum Ini Saksi Sejarah Pembantaian dan Pembunuhan Keji di Indonesia

MERINDING! 4 Museum Ini Saksi Sejarah Pembantaian dan Pembunuhan Keji di Indonesia

Soreang | Kamis, 29 September 2022 | 13:56 WIB

Kenapa Kucing Hitam Bawa Nasib Buruk? Ini Alasannya

Kenapa Kucing Hitam Bawa Nasib Buruk? Ini Alasannya

Soreang | Kamis, 29 September 2022 | 13:31 WIB

Sinopsis Film Smile, Kisah Teror Senyuman Sadis Pembunuhan Berantai

Sinopsis Film Smile, Kisah Teror Senyuman Sadis Pembunuhan Berantai

Soreang | Kamis, 29 September 2022 | 13:25 WIB

Terkini

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB

4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui

4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:05 WIB

Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan

Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:00 WIB

Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu

Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:47 WIB

MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa

MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:30 WIB

Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist

Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:25 WIB

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:14 WIB

Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa

Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:08 WIB

Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026

Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:03 WIB

Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh

Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:00 WIB