Polri Klaim Penggunaan Gas Air Mata Kadaluarsa Tidak Berbahaya: Kadar Kimia sudah Berkurang

soreang | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2022 | 16:59 WIB
Polri Klaim Penggunaan Gas Air Mata Kadaluarsa Tidak Berbahaya: Kadar Kimia sudah Berkurang
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraSoreang.id - Baru-baru ini, Polri mengaku bahwa beberapa anggotanya menggunakan gas air mata kadaluarsa untuk menangani kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, yang membenarkan penggunaan gas air mata kadaluarsa dalam tragedi Kanjuruhan pekan lalu.

"Ya, ada beberapa yang ditemukan ya. Yang tahun 2021, ada beberapa," kata Dedi, dikutip dari Suara.com, Senin (10/10/2022).

Mengenai efeknya, menurut Dedi, gas air mata yang sudah melewati masa kadaluarsanya justu akan menurun tingkat kemampuannya, karena kadar kimianya juga berkurang.

"Kebalikannya (dengan makanan), dengan zat kimia atau gas air mata ini, ketika dia expired justru kadar kimianya itu berkurang. Sama dengan efektivitasnya gas air mata ini, ketika ditembakkan, dia tidak bisa lebih efektif lagi," terang Dedi.

Terkait jumlah gas air mata kadaluarsa yang digunakan dalam penanganan masa di Stadion Kanjuruhan, Dedi mengatakan bahwa saat ini masih didalami oleh tim forensik.

"Saya belum tahu jumlahnya, tapi masih didalami oleh labfor," ucapnya.

Terkait hal ini, sebelumnya juga telah diungkapkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Komisioner Komnas Ham, Choirul Anam mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil investigasi, pihaknya menemukan adanya penggunaan gas air mata kadaluarsa.

Namun, Anam belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut terkait hal ini, karena masih perlu dilakukan pendalaman.

"Soal daluwarsa itu informasinya memang kita dapatkan, tapi memang perlu pendalaman," ucap Anam kepada wartawan, Senin.

Berdasarkan temuan tim investigasi dari Komnas HAM, ditemukan pula bahwa penggunaan gas air mata ini merupakan pemicu utama terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 131 korban jiwa.

"Pemicu utama adalah memang gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Sehingga banyak suporter atau Aremania yang turun berebut untuk masuk (ke) pintu keluar. Berdesak-desakan dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas dan sebagainya," terangnya.

6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan [Dok. Polri]
Kapolri Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan (sumber: Dok. Polri)

Sementara itu, hingga saat ini Polri menetapkan ada 131 korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan. Sedangkan korban luka dilaporkan mencapai 574 orang.

Dari 574 korban luka tersebut, Dedi menyebutkan 23 di antaranya mengalami luka berat, 23 korban luka sedang, dan sisanya mengalami luka berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

131 Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa

131 Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa

| Senin, 10 Oktober 2022 | 16:15 WIB

Doa Bobotoh Menggema di Gor Saparua, Sepekan Tragedi Kanjuruhan

Doa Bobotoh Menggema di Gor Saparua, Sepekan Tragedi Kanjuruhan

| Minggu, 09 Oktober 2022 | 19:22 WIB

FIFA Urung Beri Sanksi kepada Indonesia, Jasa Jokowi atau PSSI?

FIFA Urung Beri Sanksi kepada Indonesia, Jasa Jokowi atau PSSI?

| Minggu, 09 Oktober 2022 | 12:37 WIB

Bayu Skak Malu Jadi Orang Malang karena Pernyataan Dadang Aremania

Bayu Skak Malu Jadi Orang Malang karena Pernyataan Dadang Aremania

| Sabtu, 08 Oktober 2022 | 17:44 WIB

Terkini

PTBA Bangkitkan UMKM Sawahlunto di Hari Kebangkitan Nasional, Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas

PTBA Bangkitkan UMKM Sawahlunto di Hari Kebangkitan Nasional, Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas

Sumsel | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:36 WIB

Mengapa Berita Perubahan Iklim di Indonesia Masih Dangkal? Ini Temuan Mengejutkan AIC

Mengapa Berita Perubahan Iklim di Indonesia Masih Dangkal? Ini Temuan Mengejutkan AIC

Sulsel | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Apa Pendidikan Hellyana? Wagub Babel yang Divonis Penjara dalam Kasus Hotel Rp22 Juta

Apa Pendidikan Hellyana? Wagub Babel yang Divonis Penjara dalam Kasus Hotel Rp22 Juta

Sumsel | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:17 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting

Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:00 WIB

Pemuda Korban Rasis Marah, Bunuh Rekan Kerja Sendiri

Pemuda Korban Rasis Marah, Bunuh Rekan Kerja Sendiri

Bali | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:48 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB