Kecemasan Sosial Termasuk Gangguan Kesehatan Mental Ringan, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

soreang

Senin, 10 Oktober 2022 | 21:23 WIB
Kecemasan Sosial Termasuk Gangguan Kesehatan Mental Ringan, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi kecemasan ((pexels/Alex Green))

SuaraSoreang.id-Ganguan Kecemasan sosial atau fobia sosial termasuk kedalam gangguan kesehatan mental

Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) dr. Endah Ronawulan, Sp.KJ menyebutkan kecemasan sosial atau fobia sosial merupakan gangguan kesehatan mental yang ringan.

Gangguan kecemasan sosial ini muncul ketika seseorang berinteraksi sosial, baik secara langsung maupun tidak langsung di lingkungan sekitar. 

Dokter Endah Ronawulane menyebut gejala hingga cara mengatasinya dapat dilakukan secara mandiri saat seseorang menghadapi gangguan kecemasan sosial.

Biasanya dalam kondisi tersebut, penderita merasa dirinya diperhatikan atau menjadi pusat perhatian banyak orang.

“Gejalanya yang biasa terjadi memang itu mempengaruhi seluruh fisik. Dia akan berdebar, berkeringat, menarik diri," kata dokter lulusan Spesialis Kesehatan Jiwa dari Universitas Indonesia itu dalam acara bincang virtual yang dikutip dari Antara pada 10 Oktober 2022.

"Dia berusaha melawannya dengan keras dan akan berkeringat, gemetar, bicara agak terbata-bata,” lanjut dr Endah.

Hal yang terburuk dari penderit ini, kata Endah adalah seseorang yang mengalami kecemasan sosial dapat menarik diri dari lingkungan sekitar.

Dampaknya akan terganggu fungsi untuk bersosialisasi hingga terhambatnya aktivitas profesional penderita.

baca juga

Kondisi kecemasan sosial ini dapat berubah menjadi berbahaya apabila penderita tidak mampu mengendalikan kepanikan serta tidak mampu fokus dan tidak bisa mengontrol terhadap apa yang penderita lakukan.

Sedangkan Untuk mengatasi kecemasan sosial ini, Endah menganjurkan penderita agar melatih dan melakukan hal-hal sederhana, seperti berlatih membuat diri menjadi rileks. 

Kemudian usahakan untuk mengatur napas secara perlahan ketika berbicara dengan lawan bicara.

“Itu (mengatur napas) dengan sendirinya kondisi keluhan fisiknya lebih stabil, jantung berdebarnya lebih perlahan turun. Membuat dia tenang dan rileks, dan dia bisa berkomunikasi,” ungkap Endah.

Selanjutnya, Endah juga merekomendasikan agar penderita melatih dirinya untuk selalu berpikir positif.

Biasanya dalam kasus ini penderita selalu diliputi oleh pikiran yang menghakimi dirinya sendiri.

Pikiran itu seperti merasa tidak mampu, merasa tidak bermanfaat, hingga merasa tidak disenangi oleh teman-teman.

“Coba arahkan ke yang positif. Tidak apa-apa, tidak semua orang juga dicintai. Dan anggap saja kamu tidak harus dicintai dan kamu usahakan dengan orang ini belajar untuk bersosialisasi jadi bisa bersosialisasi lebih baik lagi,” katanya.

Endah menyarankan agar penderita tidak berfokus pada diri sendiri melainkan alihkan fokus pada lawan bicara dengan melibatkan seluruh panca indera ketika berinteraksi dengan lawan bicara

“Misalkan saat berhadapan dengan lawan bicara, perhatikan warna hijabnya, warnanya seperti apa, gerak-geriknya, sehingga dia lupa dengan dirinya akhirnya fokus ke orang lain bukan diri sendiri. Sehingga kecemasan terhadap sosial itu berkurang secara bertahap,” tutur Endah.

Selain itu, hilangkan gestur tubuh menutup diri dari pertemanan seperti terlalu banyak menunduk dan terlihat murung. 

Usahakan untuk melatih pembukaan diri ke arah sosial misalnya menyapa orang lain. Selain itu, bukalah pembicaraan tentang kehidupan sehari-hari yang sederhana sehingga tidak membebani orang lain.

Endah mengatakan jika penderita merasa langkah-langkah tersebut cukup berat untuk dilakukan dan sulit untuk keluar dari zona nyaman, maka dianjurkan untuk mencari pertolongan dengan berkonsultasi kepada profesional seperti psikolog atau psikiater.

Tak lupa Endah juga mengajak agar masyarakat agar mampu memahami dan dapat memposisikan diri dengan penderita dengan mendengarkan keluhan yang dialami penderita.

“Usahakan kita menjadi pendengar dulu yang baik sehingga kita berikan pandangan, seperti ‘ketika Anda mengalami gangguan banyak kerugiannya, jika bandingkan dengan sebelum mengalami gangguan’,” pungkasnya.

Sumber: Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PN Jaksel Telah Menetapkan Daftar Hakim Sidang Kasus Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J

PN Jaksel Telah Menetapkan Daftar Hakim Sidang Kasus Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J

Soreang | Senin, 10 Oktober 2022 | 20:27 WIB

Kameraman Turut Diperiksa Polisi, Imbas Konten Prank KDRT Baim Wong

Kameraman Turut Diperiksa Polisi, Imbas Konten Prank KDRT Baim Wong

Soreang | Senin, 10 Oktober 2022 | 20:12 WIB

Jauh dari Keluarga, Robi Darwis Ikut Pemusatan Latihan Timnas U-20 selama Dua Bulan

Jauh dari Keluarga, Robi Darwis Ikut Pemusatan Latihan Timnas U-20 selama Dua Bulan

Soreang | Senin, 10 Oktober 2022 | 19:58 WIB

Terkini

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

×