SuaraSoreang.id-Kisah mistis dalam pendakian gunung selalu menjadi cerita tersendiri yang menarik dan seru untuk disimak.
Kali ini ada cerita horor pendakian gunung, diceritakan oleh seorang pendaki yang dimuat di kanal youtube Kembara Sunyi yang dikutip Suara Soreang pada 11 Oktober 2022.
Kisah misteri pendakian gunung ini berdasar pengalaman seorang pendaki, sebut saja namanya Alfian yang mendaki sebuah gunung di Ngawi-Jawa Timur.
Gunung yang didaki dalam penuturan kisah ini adalah gunung Lawu. Sudah banyak diketahui bahwa Gunung Lawu merupakan gunung yang terkenal angker.
Gunung Lawu lekat dengan kisah mistis dan pantangan-pantangan yang menyertainya. Hampir setiap gunung termasuk Lawu terdapat beberapa pantangan yang harus dipatuhi semua orang yang hendak mendaki.
Dari banyaknya pantangan itu, salah satunya adalah jumlah pendaki jangan ganjil. Walaupun baru sekadar mitos, orang yang akan mendaki gunung hendaknya melakukan adab-adab yang baik selama digunung.
Kisah Alfian yang akan diceritakan kali ini adalah tentang pendakian gunung dengan jumlah orang dalam rombongan pendakinya ganjil yakni 5 orang.
Rombongan Alfian diceritakan mulai mendaki gunung Lawu ini bertepatan pada malam satu suro dengan melalui jalur via candi ceto, salah satu jalur menuju puncak Lawu.
Diketahui, Sebelum hari keberangkatan tiba, dalam suatau malam Alfian sempat mendapatkan mimpi yang terkesan nyata.
Baca Juga: Jangan Dulu Mundur, Agum Gumelar Tegaskan Ketum PSSI Harus Tanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan
Mimpinya itu tentang dirinya yang tiba-tiba berada di puncak Gunung Lawu tepatnya berada di tugu puncak Lawu, dalam mimpinya disatu sisi ia merasa senang cuman anehnya dalam mimpi tersebut dia tidak membawa perbekalan mendaki ia cuman membawa satu bendera.
warna bendera yang ia bawa berwarna kuning, entah mengapa dalam mimpinya Alfian ada keinginan untuk mengibarkan bendera kuning itu di puncak gunung.
Saat Alfian terbangun ia tidak mengetahu maksud dari mimpi tersebut, namun setelah mendapat mimpi itu, Alfian jatuh sakit. Bahkan sakit yang Alfian derita membuat ia mengurungkan niat untuk mendaki Lawu. Bahkan sudah disampaikan ke teman-temannya.
Satu hari menjelang malam satu suro, dalam tidurnya Alfian kembali bermimipi, dalam mimpinya Alfian tiba-tiba berada disebuah tempat yang dikelilingi bekas reruntuhan candi, disana ia bertemu seorang kakek-kakek dan tiba-tiba kakek-kakek tersebut memberi sebuah pusaka keris kepadanya.
Dalam penuturannya kakek tersebut bilang bahwa pusaka keris itu harus Alfian kembalikan kepadanya digunung lawu, jika Alfian ingin segera sembuh dan pulih.
Saat terbangun tiba-tiba kondisi Alfian membaik, bahkan kelihatan bugar, saat itu pula ia mengabarkan teman-temannya memutuskan untuk ikut gabung kembali mendaki gunung Lawu.