Alfian selalu ingat dengan mimpinya yang ia alami, bahkan mimpi terakhir tentang diberikannya sebuah pusaka keris oleh seorang kakek-kakek.
Alfian teringat tentang pusaka itu, bahwa ia sendiri memilikinya, sebuah keris pemberian bapaknya secara turun temurun yang diberikan dari kakeknya. Ia pun berencana membawa pusaka keris itu dalam pendakiannya.
Hari pendakian tiba, ia bersama kelima temannya berangkat ke Lawu via candi ceto, tidak banyak orang yang mendaki, malahan terlihat sepi.
Tidak ada kejadian yang aneh selama perjalanan awal, namun ketika petang tiba, dalam satu momen dalam perjalanan, Alfian selalu mendapati sosok seorang perempuan berkebaya zaman dulu, menampaki diri terhadap Alfian.
Anehnya sosok perempuan itu tidak disadari oleh teman-teman alfian yang lain. Sosok perempuan itu bermimik wajah dengan ekpresi yang datar, bahkan ketika malam tiba dia selalu mengamati rombongan Alfian dari kejauhan.
Keseokan harinya menuju puncak, Alfian melewati sebuah tempat yang sama persis dengan mimipinya beberapa waktu lalu, yakni tanah lapang banyak dikelilingi batu disekitarnya mirip reruntuhan candi.
Sontak Alfian ingat bahwa ia tengah membawa sebuah pusaka keris yang ia niatkan untuk disimpan disini selepas turun dari puncak Lawu.
Singkat cerita saat turun dari Lawu, Alfian kembali melewati daerah tadi, ia menyuruh teman-temannya untuk berjalan duluan. Afian memutuskan untuk berhenti sebentar di salah satu sudut dekat sebuah batu.
Alfian kemudian bersila mengeluarkan pusaka keris yang ia bawa dan menyimpan keris tersebut disela-sela batu. Tiba-tiba suasana menjadi sunyi. Sosok perempuan yang berkebaya yang selalu mengikuti Alfian kembali menampakan diri bersamaan kabut tipis gunung datang.
Baca Juga: Jangan Dulu Mundur, Agum Gumelar Tegaskan Ketum PSSI Harus Tanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan
Ekpresi wajah sosok perempuan tadi berbeda dari biasanya, ia menampakn wajah dengan tersenyum tidak datar lagi.
Saat Alfian memeriksa kembali keris yang ia simpan, Alfian kaget keris tadi yang ia simpan di sela-sela batu sudah hilang lenyap bersamaan sosok perempuan tadi hilang melambaikan tangan ke arah Alfian.
Saat itu Alfian meyakini bahwa keris warisannya yang ia dapat secara turun temurun adalah berasal dari gunung Lawu. Ketika Pusaka Keris itu Alfian pegang, ternyata mahluk penunggu Lawu meminta untuk dikembalikan oleh Alfian.
Sumber: Youtube Kembara Sunyi