Selain itu, proses pencabutan laporan juga memiliki mekanisme gelar perkara yang akan dilakukan oleh tim penyidik.
Soal pencabutan laporan itu diterima atau tidaknya akan menjadi keputusan para tim penyidik.
"Ada mekanisme yang harus dilalui dalam prosedur hukum ini. Ada permohonan penangguhan, pencabutan nanti penyidik gelar perkara untuk memutuskan ini layak atau tidak," ujarnya.
![Lesti Kejora [Oke Atmaja/Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/10/13/2-lesti-kejora.jpg)
Warganet Kecewa pada Lesti Kejora
Menanggapi keputusan Lesti Kejora, warganet cukup kecewa soal pencabutan laporan KDRT Rizky Billar yang telah resmi ditahan.
Menurut warganet, Lesti Kejora sebgai public figure seharusnya menjadi contoh yang baik bagi para istri yang menjadi korban KDRT.
"Kalo sampe lesti bener2 cabut laporan kdrt si rizky billar, itu sama aja dg KEMUNDURAN untuk SEMUA KORBAN KDRT. gila lu bisa2 makin banyak yg ciut ngelapor kalo gini. Lesti yg tajir melintir aja bs mundur gimana ibu2 lain yg gk punya power sama sekali? kalau ini bener tolol lu, ujar @myjollfulltime.
"Emang si lesti ini tipikal cewe yang kalo udah bucin jadi tolol banget alias bulol bangsattttttt gua kesel bener dah, mana si billar ini udah jatohin harga diri laki banget masi aja di terima," ujar akun @ianduatiga.
Namun, di sisi lain warganet juga mewajarkan sikap Lesti Kejora yang mencabut laporan tersebut. Sebab, faktanya memang banyak korban kasus KDRT yang justru kembali dan sulit meninggalkan pelaku.
Baca Juga: Kisah Mistis 5 Stadion Angker di Indonesia, Salah Satunya Bekas Rumah Sakit Jiwa
"Orang2 yang menghujat Lesti kayak "Tolol nge-prank, ga bakal dukung lagi ke depannya" mungkin ga ngerti bahwa, di seluruh dunia, korban KDRT memang sulit meninggalkan abuser-nya. Bahkan menurut survei, korban rata-rata kembali ke pelaku 6,3 kali sampai akhirnya bisa benar2 lepas," tulis akun @asanilta.