Diprediksi mungkin Rani akan sampai ke kampung halamannya sekitar 2 jam kemudian.
Ira kemudian kembali pulang menuju kosannya dengan menaiki motor yang dia bawa.
Tiba-tiba Ira merasakan merinding yang tidak biasa disekujur tubuhnya. Tapi Ira berfikir mungkin karena jaket yang dia gunakan malam itu terlalu tipis makanya dia kedinginan.
Ira pun melaju meninggalkan Terminal bus dan kembali ke kosannya.
Sesampainya di kosan, Ira menyapa bapak penjaga kosan yang senyum di depan dan memarkirkan motornya lalu masuk ke kosnya.
Ira yang sudah mengantuk pun berbaring diatas kasur. Tapi sebelumnya dia mengecek HP untuk menanyakan kabar Rani. Tapi Rani tidak membalas.
Setelah menunggu lama, Ira pun akhirnya tertidur pulas.
Tepat pukul 00.00 WIB tengah malam. Ira yang sedang tertidur dikagetkan dengan suara ketukan pintu yang begitu keras.
Ira yang merasa kesal karena tidurnya terganggu pun berjalan sempoyongan menuju pintu dan melihat ke arah jendela.
Baca Juga: Kronologi Tragedi Maut Tenggelamnya KM Tampomas II, Ratusan Orang Hilang
Betapa kagetnya Ira, dia menemukan sosok Rani yang ada didepan pintu.
Hati Ira bergetar memikirkan bahwa Rani tadi sudah naik bus, harusnya dia sudah sampai di kampung halamannya.
Ira pun membuka pintu dan melihat Rani dengan kondisi wajah pucat pasi dan menangis sejadi-jadinya.
Ira bertanya mengenai apa yang terjadi tapi tidak ada jawaban. Rani masih terus menangis. Malah semakin kencang tangisannya, membuat perasaan Ira gelisah dan was-was.
Melihat itu, Ira menyuruh Rani masuk dan berbaring di kasurnya dan mengambilkan air minum untuknya.
Malam semakin larut, keduanya masih dalam keadaan diam. Ira tahu, Rani belum siap untuk menceritakan apa yang terjadi malam itu. Hingga tak sadar, keduanya pun jatuh tertidur.