Mengenal Legenda Ras Abarimon dari Lembah Gunung Imaus Himalaya

soreang | Suara.com

Minggu, 23 Oktober 2022 | 13:41 WIB
Mengenal Legenda Ras Abarimon dari Lembah Gunung Imaus Himalaya
Ilustrasi Ras Abarimon dari Himayala (Tangkap layar YouTube.com/Harry Ware)

SuaraSoreang.id - Sepanjang sejarah manusia, banyak dikisahkan berbagai ras manusia dengan ciri dan bentuk fisik yang bisa dikatakan tidak lazim.

Hingga saat ini pun banyak dikisahkan beberapa suku dan ras di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena sama sekali tidak tersentuh dunia modern dan masih dianggap misterius.

Beberapa contohnya adalah suku Mante di Aceh, yang dipercaya masih ada hingga saat ini. Atau contoh lain yakni suku Moro dan Berebere di Maluku.

Apabila di Indonesia saja masih banyak suku dan ras manusia misterius, bagaimana dengan negara lainnya?

Berikut salah satu contoh ras manusia paling misterius yang berasal dari Himalaya, tepatnya di lembah Gunung Imaus, yang bernama Abarimon.

Dari segi fisik, bentuk fisik dari ras Abarimon ini sekilas tampak mirip dengan ras manusia pada umumnya, hanya saja dari pergelangan kakinya hingga ke bawah memiliki bentuk yang terbalik dari manusia biasa.

Kendati demikian, Abarimon mampu untuk berlari dengan sangat cepat melebihi kecepatan manusia pada umumnya, sehingga setiap upaya untuk memburunya selalu menemui kegagalan.

Legenda setempat meyakini bahwa ras Abarimon ini menghirup udara yang khusus, maka ras tersebut tidak akan mungkin dapat hidup dengan udara di wilayah lain.

Masyarakat di sana juga percaya, bahwa Abarimon tidak mungkin dapat keluar dari wilayah hidup mereka, karena mereka tidak akan mampu untuk hidup di tempat lain.

Ras Abarimon ini juga merupakan ras yang sama sekali tidak pernah tersentuh oleh peradaban modern dan tidak berbusana.

Namun, ras Abarimon memiliki taktik untuk menghidari kejaran dari orang-orang yang hendak menangkapnya.

Taktik jitu tersebut adalah dengan menggunakan topeng di belakang kepalanya, sehingga ras Abarimon ini dianggap sebagai manusia biasa tanpa ada perbedaan dari segi fisiknya.

Ras atau suku Abarimon ini pertama kali diperkenalkan dalam sebuah buku karangan Pliny the Elder yang berjudul Natural History (VII 11) dan juga buku karya Aulus Gellius yang berjudul Attic Nights.

Selain itu, ras Abarimon ini juga dikabarkan memiliki kemiripan dari segi fisiknya dengan makhluk mitologi Ciguapa dari Dominika.(*)

Sumber: Kanal YouTube Harry Ware

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Ikan Dewa Cibulan, Dianggap Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi, Populasinya Tetap dan Bila Mati Dibungkus Kafan

Mengenal Ikan Dewa Cibulan, Dianggap Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi, Populasinya Tetap dan Bila Mati Dibungkus Kafan

| Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:27 WIB

Pele Ikut Bersimpati atas Tragedi Kanjuruhan Malang: Bencana Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Pele Ikut Bersimpati atas Tragedi Kanjuruhan Malang: Bencana Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:16 WIB

4 Cerita Mistis di Kampus Bandung, Arwah Penasaran di Unpad dan Denting Piano yang Dimainkan Noni Belanda di UPI

4 Cerita Mistis di Kampus Bandung, Arwah Penasaran di Unpad dan Denting Piano yang Dimainkan Noni Belanda di UPI

| Selasa, 27 September 2022 | 17:17 WIB

Terkini

Astronaut Mesti Belajar Jalan Lagi, Settingan Gak Sih?

Astronaut Mesti Belajar Jalan Lagi, Settingan Gak Sih?

Video | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:00 WIB

Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai HP, Sudah Cair Belum?

Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai HP, Sudah Cair Belum?

Lifestyle | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59 WIB

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:55 WIB

Pendidikan untuk Perempuan: Kunci Memutus Rantai Ketimpangan, Sudah on Track?

Pendidikan untuk Perempuan: Kunci Memutus Rantai Ketimpangan, Sudah on Track?

Your Say | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:50 WIB

Inter Milan di Ambang Scudetto! Nerazzurri Bisa Kunci Gelar Juara Serie A Pekan Depan

Inter Milan di Ambang Scudetto! Nerazzurri Bisa Kunci Gelar Juara Serie A Pekan Depan

Bola | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:47 WIB

Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif

Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif

Lifestyle | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:46 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:44 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Fenomena Melihat Hantu: Antara Halusinasi atau Cuan yang Harus Dieksekusi?

Fenomena Melihat Hantu: Antara Halusinasi atau Cuan yang Harus Dieksekusi?

Your Say | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:39 WIB

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:36 WIB