SuaraSoreang.id - Kang Dedi Mulyadi buka suara terkait KDRT psikis serta nafkah lahir dan batin yang dikeluhkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.
Seperti diketahui, alasan Ambu Anne gugat cerai Dedi Mulyadi karena kurangnya nafkah lahir dan batin serta pengakuan KDRT psikis yang dialaminya.
Terkait nafkah batin yang diperlukannya menurut Ambu Anne bukan melulu soal urusan ranjang.
"Kebutuhan batin itu tidak melulu urusan ranjang, namun perlu seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," ungkap Ambu Anne dikutip Suara Purwasuka usai sidang keempat, Rabu (2/11/2022) lalu.
Ambu Anne Inginkan Ini, tapi Kang Dedi Mulyadi Tolak?
Dalam hal ini, kang Dedi Mulyadi diduga juga sudah tidak memberikan bahasa cinta atau love languange pada Ambu Anne.
Sedangkan dari penuturan Ambu Anne, dirinya masih membutuhkan kasih sayang dan rasa aman dari sang suami, Kang Dedi Mulyadi.
Bukannya mendapatkan kasih sayang, Ambu Anne mengaku jika Dedi Mulyadi kerap mengatakan hal yang kasar padanya. Bahkan telah berlangsung selama berulang kali.
Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi juga seolah-olah mengiyakan jika sudah tidak pernah mengutarakan kasih sayang pada Ambu Anne.
Kang Dedi sudah menolak mengatakan cinta pada Ambu Anne secara terang-terangan dalam video yang diunggahnya dalam YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Saya sudah 50 tahun, istri saya juga sama kan sudah 40 tahun. Ngomong cinta udah nggak musim," ungkap Kang Dedi usai jalani sidang mediasi dan putusan perkara, Rabu (16/11/2022).
Soal kebutuhan hidup Ambu Anne, menurut Kang Dedi sudah terpenuhi oleh negara. Biaya anak-anak hingga aset mewah pun dibiayai Kang Dedi.
Apa itu Love Languange?
![Potret Kang Dedi Mulyadi bersama keluarga. [Tangkap layar YouTube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/11/13/1-potret-kang-dedi-mulyadi-bersama-keluarga.jpeg)
Love languange yang artinya bahasa cinta merupakan suatu cara menyampaikan perasaan sayang kita untuk orang yang dicintai.
Melansir berbagai sumber, terdapat 5 jenis love languange. Di antaranya ada acts of service (pelayanan), quality time (waktu yang berkualitas), giving gifts (kasih hadiah), words of affirmation (kata-kata penegasan dalam hal ini kalimat cinta), dan physical touch (sentuhan fisik).
Dari teori ini, setiap manusia memiliki salah satu atau beberapa love languange yang dominan di antara kelima jenis tersebut.
Perbedaan Love Languange antara Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika
Pembahasan soal love languange tersebut dapat menilai perbedaan love languange antara Kang Dedi dan Ambu Anne.