Ambu Anne Akui Jadi Korban KDRT Psikis, Dear Dedi Mulyadi Ini Jenis Kalimat Kekerasan Verbal, Pernah Melakukannya?

soreang

Jum'at, 18 November 2022 | 20:06 WIB
Ambu Anne Akui Jadi Korban KDRT Psikis, Dear Dedi Mulyadi Ini Jenis Kalimat Kekerasan Verbal, Pernah Melakukannya?
Ambu Anne sebut Dedi Mulyadi kasar dan lakukan kekerasan verbal. Maula Akbar juga sempat trauma karena sering dimarahi (Instagram/dedimulyadi71)

SuaraSoreang.id – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika blak-blakan dirinya menjadi korban KDRT psikis dari Dedi Mulyadi berupa kekerasan verbal.

Anne Ratna Mustika menyebutkan jika Dedi Mulyadi kerap berkata kasar padanya hingga merasa harga dirinya direndahkan sebagai manusia.

Bahkan Anne Ratna Mustika mengungkap jika kekerasan verbal yang dialaminya telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Inilah yang membuatnya yakin gugat cerai sang suami Dedi Mulyadi.

Ambu Anne sapaan akrabnya, juga membeberkan perasaan yang diinginkannya dalam rumah tangga bersama Kang Dedi. Yang dia inginkan adalah kenyamanan juga ketenangan sebagai seorang istri.

"Kebutuhan batin itu tidak melulu urusan ranjang, namun perlu seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," ungkap Ambu Anne dikutip Suara Purwasuka usai sidang keempat, Rabu (2/11/2022) lalu.

Dedi Mulyadi Bantah Melakukan Kekerasan Verbal pada Anne Ratna Mustika

Ambu Anne menangis [youtube/Ambu Anne Channel]
Ambu Anne menangis (sumber: youtube/Ambu Anne Channel)

Atas tuduhan KDRT psikis itu, Dedi Mulyadi membantahnya. Argumennya, ciri-ciri korban KDRT psikis dalam kondisi Ambu Anne tidak ada.

Kang Dedi merujuk pada undang-undang yang menyebutkan ciri-ciri korban KDRT Psikis seperti istri alami murung, kehilangan kepercayaan diri, serta tidak bisa mengambil keputusan.

Dia menilai Ambu Anne buktinya masih bisa mengambil keputusan. Terutama sebagai orang nomor satu di Purwakarta.

“Menurut saya terbalik. Hari ini Ambu Anne sangat pede mengambil keputusan sebagai bupati Purwakarta,” kata Dedi Mulyadi seperti dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (18/11/2022).

baca juga

Maula Akbar sempat Trauma pada Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi sempat mengakui jika Maula Akbar alias A Ula putra sulungnya sering dimarahi dan diberi tekanan olehnya.

"Kenapa sering marahi dia? misalnya kalo saya suruh, aa nyuruh lagi, selalu saya tegur itu gak boleh," kata Kang Dedi.

Kang Dedi pun sadar  telah membuat sang anak takut dan trauma padanya.

"Dan akhirnya sekarang ada sedikit trauma," ungkap Kang Dedi.

Tekanan-tekanan juga sering Dedi Mulyadi berikan pada A Ula. Pria 23 tahun itu dididiknya sebagai kader politik.

"Saya sering beri tekanan-tekanan pada dia sebagai kader bukan hanya sebagai anak untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah semuanya," kata Kang Dedi.

"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," lanjutnya.

Hal ini dilakukan Kang Dedi karena mengadopsi pola pendidikan militer.

"Saat ditelfon sama ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya saya selalu pola pendidikan militer," ucap Kang Dedi.

Apa itu Kekerasan Verbal?

Kekerasan verbal merupakan sebuah bentuk penyiksaan melalui kata-kata. Imbasnya adalah pelaku bisa merusak mental korban.

Terdapat berbagai jenis kekerasan verbal yang bisa dilakukan pelaku seperti manipulasi, berkata kasar, merendahkan, mengancam, dan semacamnya.

Sama seperti kekerasan fisik, kekerasan verbal dapat merusak kondisi psikis korbannya. Bahkan bisa memicu gangguan psikologis dalam diri korban yang berimbas pada keputusan untuk mengakhiri hidup.

Maka dari itu, kekerasan verbal sama bahayanya dengan kekerasan fisik. Hal inilah yang wajib diwaspadai.

Jenis Kekerasan Verbal dalam KDRT Psikis

Berikut ini beberapa jenis kekerasan verbal yang Suara Soreang rangkum dari berbagai sumber, di antaranya:

1. Name-calling, biasanya pelaku akan mengatai korban dengan sebutan hinaan yang lain. Misalnya, "kamu gak akan ngerti, soalnya bodoh".

2. Degradasi, pelaku mengungkapkan kata-kata untuk membuat korban bersalah juga berutang budi pada pelaku. Misalnya, "kamu tidak akan jadi bupati tanpa bantuan saya".

3. Manipulasi, pelaku akan mengatakan suatu hal dengan tujuan utama memerintah namun menggunakan sindiran. Misalnya, "kalau sayang keluarga, kamu harusnya tidak akan seperti itu"

4. Menyalahkan, dia akan membenarkan kekerasan yang dia lakukan karena korban telah melakukan kesalahan demi membenarkan tindakan si pelaku. Misalnya, "saya wajar murka kayak gini, soalnya kesalahan kamu gak bisa diterima"

5.Merendahkan, pelaku biasanya merasa lebih superior dibanding dengan korban. Dia akan merendahkan korban. Misalnya, "hasil kerja kamu jelek ya dibanding saya".

6. Kritik berkelanjutan, kritik memanglah wajar, namun jika kritik terus menerus dengan sangat kasar hingga korbannya merasa kehilangan harga diri ini termasuk dalam kekerasan verbal.(*)

Sumber: Youtube/KDM Channel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Ambu Anne Butuhkan, Dedi Mulyadi Malah Tolak Bilang Cinta, Beda Love Languange?

Ini yang Ambu Anne Butuhkan, Dedi Mulyadi Malah Tolak Bilang Cinta, Beda Love Languange?

Soreang | Jum'at, 18 November 2022 | 18:34 WIB

TERUNGKAP! Sosok Orang Ketiga di Balik Ambu Anne Gugat Cerai Suaminya, Dedi Mulyadi Geram Tindakan Guru Ngaji Soal Air Doa untuk Melupakannya

TERUNGKAP! Sosok Orang Ketiga di Balik Ambu Anne Gugat Cerai Suaminya, Dedi Mulyadi Geram Tindakan Guru Ngaji Soal Air Doa untuk Melupakannya

Soreang | Jum'at, 18 November 2022 | 15:29 WIB

Soal Keuangan, Dedi Mulyadi ke Ambu Anne: Kurang Apa?

Soal Keuangan, Dedi Mulyadi ke Ambu Anne: Kurang Apa?

Soreang | Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Terkini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya

Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya

News | Senin, 22 Juni 2026 | 08:29 WIB

Lewati Messi, Lamine Yamal Cetak Rekor Menakjubkan di Piala Dunia 2026

Lewati Messi, Lamine Yamal Cetak Rekor Menakjubkan di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 08:27 WIB

Rilis Teaser Perdana, Takeru Sato Pimpin Produksi Jujutsu Kaisen Season 4

Rilis Teaser Perdana, Takeru Sato Pimpin Produksi Jujutsu Kaisen Season 4

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 08:25 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 08:04 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik

Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 08:00 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB