Namun pengakuan Pinkan Mambo yang memiliki 50 perusahaan nampaknya berbanding terbalik dengan kondisinya tahun lalu.
Dimana di tahun lalu Pinkan Mambo berada dalam kondisi yang sangat terpuruk hingga menjual barang-barang yang ada di rumahnya, mulai dari sofa, bola basket, dan bahkan cobek bekas.