SuaraSoreang.id - Tiko, pemuda berusia 23 tahun yang viral karena rela merawat ibunya yang depresi di rumah mewah seorang diri, tanpa listrik dan air bersih, merasa sedih.
Tangis Tiko pertama kali pecah saat sang ibu, Eny, terpaksa harus dibawa oleh Dinas Sosial Jakarta Timur untuk diberikan penangan lebih lanjut ke rumah sakit.
Usai mendapatkan pertolongan tersebut, pemuda yang bernama lengkap Pulung Mustika Abimanyu itu sempat beberapa kali menjenguk ibunya.
Namun setelah dipindah ke ruangan khusus, kini ia tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan sang ibu. Demi proses pemulihan Ibu Eny dari depresi yang ia derita.
"Jadi katanya nanti, pokoknya kalau mamah ada perlawanan atau gimana, pasti ngubungin dari pihak rumah sakit ke hp (Tiko). Kata pihak rumah sakit, selama nggak ditelfon, berarti mamah baik-baik saja," curhat Tiko, Rabu (4/1/2023).
Mengaku pasrah, Tiko melanjutkan bercerita isi hatinya kepada SANG EXPLORE terkait kekhawatirannya terhadap kondisi Ibu Eny.
Mengingat, selama hampir 11 tahun ini hanya dirinya seorang yang mendampingi dan merawat ibunya di rumah. Sehingga wajar baginya memiliki perasaan kehilangan saat harus berpisah.
Apalagi setelah Ibu Eny mendapatkan perawatan intesif dari dokter spesialis jiwa dan harus dipindahkan ke Ruang Jiwa tersebut.
"Mamah dapet rekomendasi dari dokter spesialis, coba diobservasi dulu," ungkap Tiko.
Baca Juga: Jepang Mengalami Penurunan Penjualan Mobil Baru, Terendah dalam 45 Tahun Terakhir
Berdasarkan pengamatan dan informasi dari dokter spesialis yang menangani ibunya, Tiko mengatakan bahwa kemungkinan sang ibu untuk sembuh sangatlah kecil.
"Tapi dokter bilang, kemungkinan mamah sembuh itu kecil banget. Malah ya paling, nggak tau ya, nggak bisa sembuh," ujarnya.
Hal ini dikarenakan, depresi yang diderita Ibu Eny sudah cukup lama berjalan dan telat penanganan. Terlebih, usia beliau yang sudah hampir 60 tahun berefek kepada proses pengobatan sarafnya.
"Karena penangannya udah terlalu lama, 12 tahun berjalan itu udah susah. Sarafnya udah, apalagi udah umur juga gitu," tambah Tiko.
Kondisi tersebut menyebabkan adanya kemungkinan Ibu Eny dirawat selamanya di rumah sakit. Namun Tiko tidak tega apabila hal itu terjadi.
"Jadi aku nggak akan ngambil opsi itu, karena mamah nggak akan kepantau. Paling nanti opsi kedua dari dokter itu, setelah observasi di Ruang Jiwa, bagaimana nanti dikasih hasil... itu paling setelahnya rawat jalan. Dijemput, di bawa pulang," jelasnya.
Besar harapan Tiko ingin kembali merawat ibunya di rumah, meskipun nantinya ia tidak boleh lengah untuk memberikan obat kepada Ibu Eny setiap hari.
"Di rawat sendiri, tapi dengan obat dari dokter. Harus jalan dosisnya, nggak boleh telat sehari pun," tambah Tiko. (*)
Sumber: Youtube SANG EXPLORE