SuaraSoreang.id - Untuk kamu pasangan suami istri, perlu tahu jika hubungan harmonis saat melakukan kewajiban di ranjang bukan soal ukuran yang menjadi patokan.
Pakar asmara suami istri, Adella Wulandari mengungkap satu keilmuan tentang bagaimana suami istri bisa bahagia saat menjalankan kewajiban suami istri ketika ada transfer nafkah batin.
Dalam urusan hubungan suami istri, dia berpendapat jika ukuran kejantanan suami sama sekali tidak menentukan.
"Menurut ku pribadi entah benar atau tidak. Aku tidak bisa mencoba karena aku tidak punya alat kejantanan dan aku tidak izinkan punya Marcel dimacem macemin untuk dibesarkan mau kejantanan besar, kecil, atau panjang," kata dia seperti dikutip soreang.suara.com pada Selasa (31/1/2023).
Adella Wulandari mengatakan, yang paling dasar saat berhubungan suami istri adalah bisa saling memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Sehingga, upaya atau niat ingin memperbesar atau memperpanjang, bukanlah solusi tepat bagi si suami untuk membahagiakan istri.
"Tapi kalau kamu gak jago memanfaatkan fungsi dari kejantanan suami, itu percuma
ngerti gak," kata Adella Wulandari.
Terus nanti yang ada kata dia, ketika suami percaya diri dengan usaha mengubah ukuran, yang ada malah merasa jago dan bisa "celup sana dan celup sini".
"Terus kalau merasa jantan, nanti malah celap celup sana sini. Malah yang ada kena penyakit kelamin," ucapnya.
Adella Wulandari menegaskan, yang penting dalam berhubungan suami istri adalah bisa memanfaatkan fungsinya, bukan pada ukuran.
Baca Juga: Norma Risma Resmi Laporkan Ibu Kandung dan Mantan Suami Ke Polda Banten
"Atau kamu pilih dipanjangin, tapi gocekanmu gak oke. Ya istrimu tetap aja cuma mungkin kerasa orak arik karena cuma merasa panjang aja," ucapnya lagi.
"Tapi kalau gak bisa gocek dan memanfaatkannya. Terus gak tahu fantasi istrimu. Atau kalian berdua tidak saling bicara soal fantasinya dimana, sama aja," kata dia.
Dia menjelaskan, saat berhubungan suami istri sangat dianjurkan untuk saling bicara.
Kemudian harus bisa saling mengimbangi satu sama lain, agar tidak menjadi seorang yang egois.
"Ketika main harus sama-sama saling membuka diri. Jangan egois. Jadi harus diimbangi."
"Gak cuma manjangain m*n*k tok. Tapi kamu harus bisa memanfaatkan m*n*k ini
untuk apa sebenarnya gitu."