SuaraSoreang.id - Usai menuturkan kondisi perjalanannya merawat sang ibunda selama belasan tahun, Tiko mendapatkan kesempatan untuk melakukan sebuah test psikologi.
Anak Ibu Eny diminta menebak salah satu gambar dari tiga pilihan gambar yang disediakan oleh Liza M. Djaprie, M.Psi, CH. yang juga seorang psikolog.
Gambar yang ditunjukkan Liza memperlihatkan sketsa tiga orang manusia yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan seorang anak kecil.
Masing-masing gambar memiliki penampakan yang berbeda seperti berikut ini:
![Lembar gambar Test Psikologi untuk Tiko. [Youtube Orami Entertainment.]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2023/02/05/1-test-psikologi-tiko.jpg)
Dari ketiga gambar tersebut di atas, Pulung Mustika Abimanyu atau Tiko lantas disuruh memilih nomor mana yang menunjukkan bukan keluarga asli.
Usai memperhatinkan gambar, Tiko lantas memilih nomor 3.
"Dari sisi psikologis, apapun kejadian yang kita alami nggak mungkin nggak ada dampaknya. Tapi memang kadang-kadang tidak kita sadari, kenapa? Karena beda ya kalau fisik kan kalau kepentok darahnya lebam langsung kelihatan, kalau psikologis itu ada di dalam gitu," jelas Liza, Jumat (3/2/2023).
Perempuan itu lantas mengatakan, terkait gambar yang memperlihatkan bukan keluarga asli adalah pilihan nomor dua.
Hal ini dikarenakan, mereka tampak seperti tiga orang asing yang jalan sendiri. Tidak ada satu pun dari ketiganya yang terlihat bersentuhan secara fisik.
Baca Juga: Mulan Jameela Bikin Heboh Mendadak Cium Ahmad Dhani di Konser Dewa 19
Sehingga nampak tidak ada ikatan emosional apapun, bahkan lebih cenderung seperti acuh tak acuh satu sama lain.
Sedangkan terkait dengan pilihan Tiko yang jatuh pada nomor tiga, Liza menjelaskan bahwa justru gambar tersebut memperlihatkan kondisi keluarga yang paling harmonis.
"Tapi kalau kamu mengatakan bahwa ini (nomor 3) adalah keluarga tidak asli, biasanya dipilih sama orang-orang yang memang punya pengalaman hidup dalam keluarga yang disfungsional gitu," ungkap Liza.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Tiko yang terlihat kuat di luar, bisa saja sejatinya punya trauma terkait latar belakang keluarga yang disfungsional.
Sehingga alam bawah sadarnya mempengaruhi pemuda 23 tahu itu untuk memilih gambar ketiga dan mengira bahwa itu bukan keluarga asli.
Karena hal tersebut, Liza memberikan saran kepada Tiko perihal hasil test psikologi bahwa anak alm.Pak Herman harus hati-hati dan belajar untuk menyadari adanya trauma itu.